Home / BERITA NASIONAL / JAWA TENGAH

Rabu, 19 Juni 2024 - 19:18 WIB

Presiden Jokowi Kunjungi Karangdowo, Cek Pompanisasi dan Produksi Padi

KLATEN | LENSANUSA.COM. – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melakukan pengecekan program pompanisasi air Sungai Dengkeng di Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten Jawa Tengah, Rabu (19/6/2024). Program tersebut merupakan inisiasi dari Kementerian Pertanian RI dalam meningkatkan produksi padi di wilayah Klaten.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden juga menyempatkan berbincang langsung dengan petani. Rombongan presiden tiba sekitar pukul 08.30 WIB.

Presiden yang didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, Pangdam Diponegoro Mayjen Deddy Suryadi, dan Bupati Klaten Sri Mulyani mengecek pompa di tepi sungai Dengkeng.

Usai pengecekan, Presiden Jokowi tidak memberikan pernyataan resmi ke awak media dan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Karanganyar untuk cek program yang sama di wilayah tersebut.

Kegiatan tersebut dalam rangka memastikan kondisi peralatan pengairan lahan tanam padi di wilayah tersebut berfungsi optimal. Hal ini sehubungan dengan upaya pengendalian inflasi nasional yang disampaikan Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Jumat (14/6/2024) kemarin.

Disampaikan Presiden RI pengendalian inflasi ini sangat penting dan harus dilakukan oleh setiap kepala daerah.

Dalam rakornas tersebut, turut dibahas ancaman krisis pangan hingga kelaparan pada 2050 dalam skala dunia, jika tidak ada antisipasi. Tak kurang dari 50 juta petani pun diperkirakan akan kekurangan pangan karena tidak ada air.

Mentan Amran menyampaikan wilayah Indonesia sedang mengalami elnino atau perubahan iklim ekstrim dan kekeringan yang terjadi secara merata. Pompanisasi dinilai sebagai solusi awal untuk meningkatkan dan mempercepat produksi gabah.

“ Ini merupakan solusi tercepat agar indeks tanam (padi) kita meningkat. Yang tadinya 1 kali bisa menjadi 2 kali, yang 2 kali menjadi tiga kali,” paparnya.

Di Jawa Tengah sendiri terdapat potensi lahan tanam padi seluas 267 ribu hektar.

“ Kalo IP-nya (indeks planting; indeks tanam) dinaikkan 1-1,5 kali, potensinya bisa meningkat hampir dua kali lipat, ” katanya saat mendampingi Presiden.

Sementara itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani yang turut mendampingi kunjungan rombongan Presiden RI menerangkan program serupa tersebar di 65 titik di wilayah Klaten. Menurutnya program tersebut membantu petani Klaten untuk memaksimalkan potensi produksi padi.

Presiden juga memberikan semangat kepada para petani untuk terus meningkatkan produksi padi,” ungkapnya. *SY

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Jungwok Blue Ocean, Wisata Baru Ala Santorini Yunani Hadir Di Pesisir Gunung Kidul

BERITA NASIONAL

Pemkot Bandarlampung Akan Mural Empat Flyover Di Tahun 2023

DI YOGYAKARTA

Pertanyakan Pencopotan Spanduk Usut Dugaan Korupsi Hibah Pariwisata Sleman, ARPi Minta Pol PP Jangan Tebang Pilih

MEDAN

Rutan Kelas I Medan Sambut Hangat Kunjungan Tim Biro Keuangan Sekjen Kemenkumham

BERITA NASIONAL

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Beri Bantuan Korban Kebakaran

LANGKAT

Terus wujudkan Kamtibmas yang kondusif personil Sat Binmas Sambangi tokoh masyarakat

SUMATERA UTARA

Polres Langkat Laksanakan Razia dan Penegakan Hukum Dengan Sasaran Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika

DI YOGYAKARTA

Cari Ikan di Bekas Galian Pasir di Sedayu Bantul, Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam