Home / DI YOGYAKARTA

Jumat, 22 November 2024 - 02:43 WIB

Mantan Dirut PT Tarumartani Divonis 8 Tahun Penjara dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi

YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM. – Hakim Pengadilan Tipikor Jogja memvonis Nur Achmad Affandi, mantan Direktur Utama PT Tarumartani, dengan hukuman delapan tahun penjara dalam sidang putusan pada Kamis (21/11/2024).

Nur Achmad Affandi mantan dirut PT Tarumartani  merupakan terdakwa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan operasional PT Tarumartani periode 2022-Mei 2023.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Wisnu Kristiyanto, majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Nur Achmad Affandi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi Secara Bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primair melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20/2001 tentang perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Terdakwa dijatuhi tuntutan pidana penjara selama 13 tahun, dikurangi masa tahanan, dengan perintah agar tetap ditahan, serta pidana denda sebesar Rp 500 juta. Jika denda tidak dibayar, akan diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DIY, Herwatan.

Berdasarkan fakta persidangan, terungkap bahwa Affandi telah melakukan investasi berjangka komoditas emas menggunakan dana perusahaan tanpa persetujuan RUPS. Dana sebesar Rp8,7 miliar yang berasal dari kas PT Tarumartani ditransfer ke perusahaan pialang, PT Midtou Aryacom Futures.

“Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan PT Tarumartani Tahun Buku 2022 tidak mencantumkan rencana investasi trading,akibat perbuatan terdakwa merugikan keuangan negara ” kata  Herwatan.

Selain pidana penjara dan denda, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 18.425.161.480. Jika terdakwa tidak melunasi dalam waktu satu bulan setelah putusan memiliki kekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita. Apabila harta benda yang disita tidak mencukupi, terdakwa harus menjalani pidana penjara pengganti selama enam tahun.

Kasus itu  menjadi perhatian publik karena terdakwa melakukan  penyalahgunaan jabatan direktur untuk keuntungan pribadi yang merugikan negara. Sidang putusan akan digelar dalam waktu dekat. *SY

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Polda DIY Terjunkan Ratusan Personel Gabungan, Amankan Aksi Peringatan Hari Buruh

DI YOGYAKARTA

RPJMD Kabupaten Bantul 2025 – 2029 untuk Terwujudnya Masyarakat Bantul Yang Maju Kuat Demokratis dan Sejahtera

DI YOGYAKARTA

Babinsa Trirenggo Pantau Pembangunan Jembatan Garuda Perintis di Manding

DI YOGYAKARTA

Pelantikan Pengurus Purnawirawan Polri Cabang Bantul, Kapolres : Mitra Strategis Jaga Kamtibmas

DI YOGYAKARTA

Pria di Bantul Nekat Curi Pakaian Dalam Milik Mantan Kekasihnya, Ini Motifnya

DI YOGYAKARTA

Saluran Limbah di Teras Malioboro 1 Yogyakarta Meledak, Sebabkan Tiga Orang Luka Bakar

DI YOGYAKARTA

Warga Banyon Geruduk Kantor Kalurahan Pendowoharjo, Tuntut Mundur Kepala Dukuh !!

DI YOGYAKARTA

Lakalantas Tunggal di Tikungan Duwuran Parangtritis, Pemuda Tewas di TKP