BANTUL | LENSANUSA.COM. – Operasi SAR gabungan pencarian terhadap Andreas Julian Pranata Putra (18) warga Manyaran Semarang, Jawa Tengah, yang hilang usai terseret ombak di area Rip Current di Pantai Parangtritis pekan lalu secara resmi ditutup hari ini ,Kamis (10/4/2025). Namun jika muncul tanda-tanda keberadaan korban operasi pencarian bisa dibuka lagi.
Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta, Kamal Riswandi, mengatakan Tim SAR Gabungan memulai pencarian sejak Jumat (4/4/2025) hingga hari ini. Namun, segala upaya dan usaha belum membuahkan hasil.

“Hingga hari ketujuh pencarian korban belum diketemukan,” katanya kepada wartawan.
Selanjutnya, sesuai peraturan Undang-Undang No.29 tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan (SAR) operasi SAR dilaksanakan selama tujuh hari. Namun, apabila selama tujuh hari pencarian korban belum ditemukan operasi SAR akan ditutup secara resmi.
“Karena itu merujuk standar operasi SAR, pencarian wisatawan terseret ombak di Pantai Parangtritis atas nama Andreas Julian secara resmi ditutup,” ujarnya.
Kamal menambahkan Meskipun operasi SAR telah ditutup, kami akan terus berkoordinasi dengan semua unsur potensi SAR, nelayan dan masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Apabila di kemudian hari muncul tanda-tanda korban maka operasi SAR dapat dibuka kembali
“Kami berkordinasi dengan semua unsur potensi SAR ,Masyakat dan nelayan yang sedang melaut bila menemukan tanda tanda munculnya korban segera melaporkan informasi ke pos SAR Parangtritis maupun Ditpolairud ” tutupnya
Basarnas mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan yang wisata di Pantai Selatan untuk tidak bermain air terlalu ke tengah. Selain itu wajib menaati rambu-rambu peringatan yang sudah ada di sepanjang pantai dan taati arahan petugas SAR maupun Ditpolairud yang bertugas di Pantai. *SY.














