Home / DI YOGYAKARTA

Rabu, 20 Agustus 2025 - 20:18 WIB

Polda DIY Gelar Bincang Penanggulangan Terorisme, Eks Anggota JI Bagikan Pengalaman

YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM. – Bidang Humas Polda DIY menggelar acara bincang bertema Penanggulangan Terorisme di Mapolda DIY, Rabu (20/8/2025).

Mengusung tema “Tidak Ada Ruang Bagi Radikalisme di Tanah Air Kita, Bersama Menuju Indonesia Damai,” kegiatan tersebut dibawakan oleh Brigadir Wiwiet Fajariyanti sebagai host.

Kegiatan ini menghadirkan Chairul Bachry, mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI), yang berbagi pengalaman perjalanan hidupnya hingga kembali berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Acara ini menjadi bagian dari upaya Polda DIY dalam memperkuat strategi pencegahan dan deradikalisasi, dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami proses perekrutan kelompok radikal serta pentingnya membentengi diri dari paham intoleran.

Dalam kesempatan tersebut, Chairul menceritakan bagaimana dirinya pada awal tahun 2000-an mulai mengikuti kajian keislaman di kampungnya.

Kajian tersebut semula membahas penyucian jiwa, namun dalam perkembangannya berubah menjadi kelompok tertutup yang membaiat anggota. Ia mengaku baru mengetahui bahwa organisasi yang menaunginya adalah Jamaah Islamiyah setelah setahun aktif menjalankan tugas sebagai relawan kemanusiaan.

Berbekal keahlian di bidang desain grafis, Chairul kemudian dipercaya membentuk Syam Organizer, sebuah event organizer yang menyelenggarakan berbagai kegiatan tabligh akbar bertema Suriah.

Melalui jaringan tersebut, dana juga disalurkan ke Suriah sebagai bentuk dukungan kelompok radikal. Aktivitas itu dijalani hingga akhirnya ia ditangkap Densus 88 pada April 2021 dan divonis tiga tahun penjara.

“Selama di lapas, saya dan teman-teman mulai melakukan introspeksi. Awalnya kami tidak terima, tetapi akhirnya bisa berdamai dengan keadaan. Kajian usul fiqih membuat saya sadar dan Alquran yang menguatkan saya untuk kembali ke NKRI,” ungkap Chairul.

Kini, setelah bebas, Chairul bermukim di Sewon, Bantul bersama keluarga, dan menghidupi anak serta istrinya dengan berjualan frozen food dan es kocok. Ia berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga keluarga dari paparan paham radikal.

“Paham radikal bisa masuk dari mana saja. Deradikalisasi adalah PR kita semua,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Polda DIY menegaskan komitmennya dalam menanggulangi terorisme tidak hanya melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi juga dengan langkah humanis berupa edukasi dan pencegahan.

Polda DIY berharap kisah nyata mantan anggota jaringan teroris dapat menjadi pembelajaran berharga bagi masyarakat untuk lebih waspada dan memperkuat ketahanan keluarga. *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

‎‎BPSTW Luncurkan Lambada dan Lansiagana, Lansia Makin Mandiri dan Tangguh di Bale Amor Guwosari

DI YOGYAKARTA

Sekelompok Warga Seloharjo Pundong Berniat Protes Dukuh Selingkuh, Ganti Topik Unjuk Rasa Tuduh Lurah Korupsi Dana Desa

DI YOGYAKARTA

Polda DIY Siapkan Pengamanan Malam Takbiran, Pantau Titik Rawan Secara Menyeluruh

DI YOGYAKARTA

Beri Kejutan Relawan, Wakapolres Gunungkidul Sambangi Lokasi Berikan Logistik dan Personil Polri Bantu Kegiatan Bedah Rumah

DI YOGYAKARTA

23 Lawyer Bergabung di Paslon Halim – Aris , Jadi Tim Hukum dan Advokasi

DI YOGYAKARTA

Jogja Benih Expo 2025, Penguatan Perbenihan Lokal Dukung Kemandirian Pangan

DI YOGYAKARTA

Tiga Pelajar Mengalami Kecelakaan Tunggal di Sewon, Dua Tewas Satu Kritis

DI YOGYAKARTA

Pria Warga Parangtritis Tewas Tersengat Aliran Listrik Tegangan Tinggi Saat Pasang Kabel Wifi