Home / BENGKALIS / HUKUM/KRIMINAL

Senin, 24 November 2025 - 06:52 WIB

Dugaan Pelanggaran Konstruksi Gedung SMKN 1 Bantan, Kejati Riau Diminta Turun Tangan

BENGKALIS | LENSANUSA.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau diminta untuk melakukan pemeriksaan terkait dugaan pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai standar pada pembangunan Gedung Negara Ruang Praktik Siswa (RPS) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bantan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 ini memiliki pagu sebesar Rp 1.959.906.780,00. Pihak-pihak yang terlibat dalam proyek ini adalah pelaksana, CV Group Zahara, dan pengawas, CV Selembayung Riau Consultant.

Sorotan Publik dan Dugaan Kerusakan Dini

Pembangunan gedung RPS untuk Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) di Desa Bantan Timur ini telah menjadi sorotan publik sejak awal kegiatan. Berdasarkan pantauan di lapangan, bangunan yang baru selesai dikerjakan pada tahun 2024 tersebut dilaporkan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik.

Diduga kuat, pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara asal jadi dan tidak memenuhi Standar Operasional Konstruksi Bangunan, yang diyakini akibat lepas kontrol dan kurangnya pengawasan dari konsultan pengawas.

Fakta di Lapangan

Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun setelah selesai, badan fisik bangunan SMKN 1 Bantan tersebut dilaporkan telah mulai retak-retak. Selain itu, ditemukan juga adanya kaca jendela yang pecah pada bangunan tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran publik mengenai kualitas dan ketahanan bangunan negara yang menelan biaya miliaran rupiah ini.

Klarifikasi Pekerja dan Kehadiran Pengawas

Saat awak media berupaya mencari konfirmasi di lokasi, seorang pekerja yang disebut Rafi menyatakan bahwa dirinya dan rekan-rekannya hanyalah pelaksana pekerjaan.

Lebih lanjut, terdapat dugaan mengenai minimnya kehadiran pihak CV Selembayung Riau Consultant di lapangan selama proses konstruksi. Disebutkan bahwa konsultan pengawas tersebut hampir tidak pernah terlihat mengawasi pekerjaan, menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas fungsi pengawasan dalam proyek ini.

Mengingat kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan dan kekhawatiran bahwa bangunan tidak akan mencapai umur ekonomisnya (5 tahun) dalam kondisi baik, publik berharap Kejati Riau dapat turun langsung ke lapangan. Pemeriksaan ini diharapkan dapat mengusut tuntas dugaan penyimpangan dan memastikan pertanggungjawaban atas kualitas pembangunan Gedung Negara RPS SMKN 1 Bantan. (*/Jumadi)

Share :

Baca Juga

BENGKALIS

Ketua DPD PW-MOI Bengkalis Desak APH Periksa Direktur BUMDes Palkun

HUKUM/KRIMINAL

Kejari Gunungsitoli Sita Barang Bukti Rp 662 Juta Terkait Kasus Pengerasan Tebing Sungai Idanogawo

HUKUM/KRIMINAL

Rutan Labuhan Deli Gelar Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Rutan

HUKUM/KRIMINAL

Ormas Madas Nusantara Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada KPI Dalam Kasus DA7 Indosiar. Tempuh Proses Hukum

DAERAH

Muntah Darah dan Babak Belur,Korban Kekerasan dan Penyerangan di Kebun Koperasi KNES di Rawat Instensif di Rumah Sakit

DAERAH

Korban Merasa di-Intimidasi, LPKRI BAI Minta Kapolres Siak Tuntaskan Kasus Sebelum Pindah Tugas

HUKUM/KRIMINAL

Wakil Jaksa Agung Beri Sambutan Dalam Rapat Koordinasi Tim Pengarah dan Tim Pelaksana Reformasi Birokrasi Kejaksaan

BENGKALIS

Bupati Minta Semua Pihak Tingkatkan Penanggulangan ATM Di Kabupaten Bengkalis