BANTUL | LENSANUSA.COM. – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah salah satu operasi bakti TNI yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI/Polri, departemen, lembaga pemerintahan non departemen, dan pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama dengan masyarakat.
Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap I Tahun 2026 Kodim 0729/ Bantul kembali digelar di dusun Payak tengah, kalurahan Srimulyo , Kapanewon Piyungan selama 30 hari (10 Februari – 11 Maret 2026) dengan mengunakan Anggaran 350.000.000 rupiah dari sumber APBD DIY 75.000.000, APBD Kab. Bantul 275.000.000 .
Komandan Kodim 0729/Bantul, Letkol Kav Fikri Nurheldi, mengatakan TMMD dengan sejumlah kegiatan mulai dari cor blok jalan, rehab tempat ibadah, hingga penyuluhan.
“Cor blok jalan dengan panjang 427 meter, lebar empat meter, dan tebal 0,12 meter. Kemudian, rehab satu unit tempat ibadah, dengan melibatkan 90 personil dari berbagai unsur ” katanya, dalam pembukaan TMMD Sengkuyung I di Piyungan, Selasa (10/2/2026).
Dandim juga menerangkan berbagai kegiatan penyuluhan diantaranya wawasan kebangsaan dan bela negara; serta penyuluhan hukum, Kamtibmas, kejahatan anak di jalan dan judi online .
“Nanti juga ada edukasi kesehatan berupa stunting, Posyandu, dan Posbindu; serta penyuluhan peningkatan kapasitas pemberdayaan masyarakat” jelasnya.
Dikesempatan yang sama Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Sri Nuryanti M.Si. mewakili Bupati Bantul, berujar TMMD menjadi salah satu wujud operasi bakti TNI yang merupakan program terpadu lintas sektoral.
“Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara terintegrasi bersama masyarakat guna akselerasi kegiatan pembangunan di daerah perdesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana,” ujarnya
Lebih lanjut Ia menjelaskan Program TMMD ini dalam konteks kebangsaan, desa memiliki peran yang sangat penting. Desa adalah pangkalan dari kekuatan bangsa ini. Desa merupakan sumber daya manusia, budaya dan kearifan lokal yang harus kita jaga dan kembangkan.
” Melalui TMMD kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun karakter, kebersamaan dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa kita” jelasnya.
Diriny berharap program-program yang ada dalam TMMD Sengkuyung Tahap I ini dapat meneguhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat untuk bersama-sama mengelola potensi desa agar semakin maju dan mandiri. *SY.














