BANTUL | LENSANUSA.COM. – Warga Jalan Parangtritis, Dusun Jurug, Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia secara mendadak di rumah kontrakannya pada Jumat (20/2/2026) pagi.
Korban berinisial HYR (52), pria asal Serang, Banten, yang sehari-hari bekerja di sektor perdagangan, ditemukan tidak bernyawa oleh istrinya sendiri setelah sebelumnya sempat melaksanakan ibadah sahur bersama.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa bermula sekitar pukul 03.00 WIB saat korban dan istrinya, IM (45), menyantap hidangan sahur.
“Selesai sahur, korban mengeluh mengantuk dan memutuskan untuk tidur kembali. Namun, saat istrinya hendak membangunkan korban untuk salat Subuh sekitar pukul 04.20 WIB, korban tidak memberikan respons,” ujar Iptu Rita Hidayanto saat memberikan keterangan, Jumat (20/2/2026).
Merasa suaminya hanya tidur pulas, saksi IM kemudian melaksanakan salat Subuh terlebih dahulu. Usai beribadah, ia kembali mencoba membangunkan suaminya. Saat itulah ia menyadari bahwa napas suaminya telah terhenti.
Dalam kondisi panik, istri korban menghubungi pemilik kontrakan, Siti Mudrikah, dan pihak keluarga lainnya. Mereka sempat berusaha memanggil ambulans dari Puskesmas setempat serta bantuan warga, hingga akhirnya menghubungi pihak PMI Kabupaten Bantul.
“Laporan masuk ke Polsek Sewon sekira pukul 06.10 WIB. Petugas langsung menuju lokasi kejadian. Saat anggota tiba, tim medis dari PMI sudah berada di TKP dan tengah melakukan proses evakuasi,” lanjut Iptu Rita.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Panembahan Senopati Bantul untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan olah TKP oleh petugas kepolisian tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Penyebab kematian korban, diduga karena sakit.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan sedang dalam masa rawat jalan.
Iptu Rita menambahkan bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih dalam.
“Keluarga sudah menerima dengan ikhlas. Jenazah saat ini berada di RS Panembahan Senopati untuk disucikan sebelum nantinya diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” pungkasnya. *SY














