SUMBA TIMUR | LENSANUSA.COM – Kepulangan Lidia Ana Jawa, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna tugas dari Malaysia, menarik perhatian publik bukan karena barang mewah yang dibawanya, melainkan karena sebuah pohon kari yang ia dekap erat dalam perjalanannya kembali ke tanah air.
Bagi banyak orang, tanaman tersebut mungkin sekadar bumbu dapur. Namun bagi Lidia, pohon kari tersebut adalah sebuah “monumen hidup” atas dedikasi dan ketangguhannya selama bertahun-tahun merantau di negeri jiran.
Lidia warga Desa Pabera Manera, Kec. Paberiwai, Sumba Timur , menjelaskan bahwa alasan utamanya membawa pohon tersebut adalah karena fungsinya yang sangat krusial sebagai pewangi makanan alami. Ia berharap dapat menanam dan mengembangbiakkan pohon ini di halaman rumahnya agar aroma khas masakan yang menemaninya selama di Malaysia tetap hadir di tengah keluarganya.
“Pohon ini sangat cocok untuk pewangi makanan. Saya ingin keharuman ini menjadi bagian dari keseharian kami di rumah,” ungkap Lidia dengan haru. Rabu 4/3/2026.
Sebagai seorang wanita yang menjadi tulang punggung, Lidia ingin pohon tersebut menjadi saksi bisu atas:
1. Keberanian seorang wanita yang berjuang sendirian di negeri orang.
2. Kegigihan dalam menghadapi kerasnya hidup demi masa depan anak-anak.
3. Kesederhanaan yang tetap dijunjung tinggi meski telah berhasil mengubah nasib
Kisah Lidia Ana Jawa merefleksikan narasi ribuan pekerja migran perempuan Indonesia lainnya yang tidak hanya membawa pulang remitansi dalam bentuk materi, tetapi juga pengalaman dan filosofi hidup. Pohon kari yang ia bawa kini menjadi simbol bahwa perjuangan seorang wanita bisa tumbuh di mana saja, selama akarnya tetap kuat berpijak pada niat tulus untuk keluarga. | Penulis : Ikzed














