SUMBA TIMUR, LENSANUSA.COM – Keluhan masyarakat terkait kendala tenaga pendidik di SD Negeri Mbajik, Kecamatan Mahu, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sumba Timur. Kepala Dinas Pendidikan beserta Kepala Bidang Pembinaan SD dan SMP dilaporkan telah turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi sekolah dan fasilitas mes yang menjadi polemik.
Kunjungan ini merupakan respon cepat atas aspirasi masyarakat dan pemberitaan media terkait adanya oknum guru berinisial AM yang sempat mangkir dari tugas kedinasannya selama kurang lebih tiga bulan.
Dalam kunjungannya, Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa pihaknya telah memanggil oknum guru yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Hasilnya, oknum tersebut telah diberikan peringatan dan teguran keras sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.
“Bapak Kadis menegaskan bahwa oknum guru tersebut sudah dipanggil dan diberikan teguran keras. Dipastikan bahwa setelah masa libur berakhir, yang bersangkutan wajib kembali menjalankan tugasnya di sekolah,” ujar Kepala Dusun setempat, Yohanes Hami Ndapatamu, saat menyampaikan informasi terbaru kepada awak media, Rabu (18/03/2026).
Selain penegakan disiplin, pihak Dinas Pendidikan juga menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian lebih terhadap sekolah-sekolah di wilayah pelosok. Mengingat SD Negeri Mbajik berada di daerah kategori 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), perbaikan sarana dan prasarana akan menjadi prioritas pemerintah ke depan.
Menanggapi langkah cepat tersebut, Yohanes Hami Ndapatamu atas nama masyarakat setempat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kepala Dinas dan Bapak Kabid yang sudah melihat langsung kondisi kami di sini. Kami mengapresiasi respon cepat pemerintah dalam mendengarkan keluhan warga,” ungkap Yohanes.
Tak lupa, Yohanes juga menyampaikan terima kasih kepada insan pers yang telah membantu menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, peran media sangat krusial dalam mengawal isu-isu pendidikan di daerah terpencil.
“Terima kasih juga kepada pihak media yang sudah membantu kami masyarakat. Kami tetap membutuhkan bantuan Bapak dan Ibu media untuk terus berkonsultasi dan mengawal pendidikan di wilayah kami demi masa depan anak-anak,” tutupnya.| * Ikzed














