PEKANBARU| LENSANUASA.COM-, 2 Mei 2026 — Meningkatnya aktivitas masyarakat serta antrean kendaraan untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM) mendorong Direktorat Lalu Lintas Polda Riau bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru mengambil langkah cepat dengan melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru.
Pengamanan difokuskan pada SPBU yang berada di jalur padat kendaraan, seperti kawasan Payung Sekaki, Panam–Tampan, Jalan Sudirman, hingga Rumbai. Personel ditempatkan di titik-titik strategis melalui pola strong point guna mengantisipasi kepadatan akibat antrean BBM.
Selain itu, petugas juga melakukan monitoring dan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan, khususnya di ruas jalan protokol dan pusat aktivitas masyarakat. Kawasan pusat perbelanjaan, termasuk sekitar Mal SKA dan titik keramaian lainnya, menjadi perhatian utama seiring meningkatnya volume kendaraan.
Di lapangan, personel kepolisian tampak aktif mengurai kepadatan, baik di akses masuk SPBU maupun di ruas jalan utama. Edukasi juga diberikan kepada masyarakat agar tertib dalam antrean, tidak saling mendahului, serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.
Dirlantas Polda Riau, Jeki Rahmat Mustika, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Pengamanan ini tidak hanya difokuskan pada SPBU, tetapi juga pada titik-titik rawan kepadatan di jalan protokol dan pusat keramaian. Kami berupaya memastikan arus lalu lintas tetap lancar serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan keselamatan saat mengantre BBM. “Patuhi aturan lalu lintas, jaga etika dalam antrean, tidak saling mendahului, serta tetap waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas. Utamakan keselamatan dan ikuti arahan petugas di lapangan,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebagian besar SPBU di Pekanbaru merupakan jaringan Pertamina yang tersebar di jalur utama dan kawasan dengan mobilitas tinggi, serta mayoritas beroperasi selama 24 jam.
Dengan kehadiran personel di lapangan, diharapkan pengendalian arus lalu lintas dapat berjalan optimal, baik di kawasan SPBU maupun di titik-titik keramaian lainnya, sehingga tercipta Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan lancar. ***
Editor: Andi champay














