Home / TNI/POLRI

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:50 WIB

Dugaan Lamban dan Tak Transparan, Polsek Tualang Didesak Dievaluasi

PEKANBARU | LENSANUSA.COM – Penanganan kasus dugaan pengeroyokan di wilayah Tualang, Kabupaten Siak, menuai sorotan keras dari korban dan aktivis pendamping. Kinerja jajaran Polsek Tualang dinilai lamban, tidak transparan, dan berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Korban secara tegas menyampaikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Kapolsek Tualang, Kompol Teguh Wiyono, S.H., M.H., serta Kanit Reskrim Alan Ariefar, S.Kom. Pasalnya, laporan yang telah berjalan hampir tiga bulan—tepatnya tiga bulan kurang sepuluh hari—belum menunjukkan perkembangan signifikan, meskipun gelar perkara telah dilaksanakan pada 14 April 2026 dan terlapor telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

“Namun hingga hari ini, belum ada tindakan penangkapan. Ini menimbulkan tanda tanya besar bagi kami sebagai korban. Apa sebenarnya yang terjadi?” ujar korban kepada awak media, Selasa (5/5/2026).

Korban juga mempertanyakan komitmen aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Ia meminta kejelasan dari Kapolda Riau dan Kapolres Siak terkait lambannya proses hukum yang dialaminya.

“Kami masyarakat awam hukum, kami hanya ingin keadilan. Jika memang seperti ini prosesnya, tolong beri kami penjelasan yang jelas. Jangan sampai kami kehilangan kepercayaan terhadap hukum di negara ini,” tambahnya.

Sorotan tajam juga datang dari Ketua DPD LSM Komunitas Penegak Keadilan Republik Indonesia Provinsi Riau, Yos, yang turut mendampingi korban. Ia menilai penanganan kasus ini telah menyimpang dari prosedur yang semestinya.

“Kasus ini sudah berjalan di tempat selama kurang lebih tiga bulan. Ini bukan hal yang wajar. Kami menduga ada sesuatu yang tidak beres di balik penanganan perkara ini,” tegas Yos.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali mencoba menghubungi Kapolsek Tualang, namun tidak pernah mendapat respons.

“Pesan tidak dibalas, telepon tidak diangkat. Ini sikap yang tidak mencerminkan aparat yang melayani masyarakat,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Yos juga mengkritik sikap Kanit Reskrim Tualang yang dinilai tidak konsisten dalam memberikan keterangan.

“Setiap dikonfirmasi, jawabannya hanya janji tanpa realisasi. Ini menimbulkan kesan bahwa kasus ini tidak ditangani secara serius,” ujarnya.

Pihak LSM mendesak Kapolda Riau untuk turun tangan langsung mengevaluasi kinerja Polsek Tualang dan memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan akuntabel.

“Kami meminta atensi serius dari Kapolda Riau. Jangan sampai citra institusi kepolisian tercoreng akibat dugaan kelalaian oknum di lapangan,” tutup Yos.

Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Kapolsek Tualang dan Kanit Reskrim Tualang tidak membuahkan hasil. Keduanya memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan resmi.

Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi kepada Kapolres Siak juga belum mendapat respons. (Tim red).

Share :

Baca Juga

MEDAN

Brimob Polda Sumut Produktif Kelola Lahan Untuk Ketahanan Pangan

TNI/POLRI

Kapolda Sumut Apresiasi Buruh dan Aparat, May Day 2026 Berlangsung Aman dan Damai

DAERAH

Bergerak Cepat Unit Reskrim Polsek Tambusai Dan Intel Dim 0313/KPR Ungkap Peredaran Sabu Seberat 41,88 Gram.

TNI/POLRI

Polisi Tangkap Abang Adik Pengirim Paket Berisi Mayat Bayi

MEDAN

Dirlantas Poldasu: Optimalkan Terminal Amplas Mulai 10 Januari

BENGKALIS

Kapolres Bengkalis Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Dalam Rangka Pleno Pemilu 2024 Tingkat Kabupaten Bengkalis

DAERAH

Polres Kuansing Ikuti Vidcon Panen Raya Jagung Serentak Tahap 1 Dalam Rangka Dukung Swasembada Pangan Tahun 2025

BERITA NASIONAL

Tradisi Farewell Parade Polda Jateng; Komjen Pol Ahmad Luthfi Serahkan Pataka Kepada Brigjen Pol Ribut Hari Wibowo