Home / DI YOGYAKARTA

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:07 WIB

Sejarah Peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional

YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM. – Tanggal 8 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai salah satu momentum penting dunia yang berkaitan dengan nilai kemanusiaan.

Pada 8 Mei 2026, masyarakat internasional kembali memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia atau World Red Cross and Red Crescent Day. Peringatan ini menjadi simbol solidaritas global terhadap korban bencana, konflik, hingga krisis kesehatan di berbagai negara.

Gerakan ini dikenal aktif memberikan bantuan tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun latar belakang politik. Fokus utamanya adalah membantu korban perang, bencana alam, wabah penyakit, hingga kondisi darurat kemanusiaan lainnya.

Sejarah Hari Palang Merah Sedunia Berawal dari Sosok Henry Dunant

Sejarah Hari Palang Merah Sedunia tidak lepas dari sosok Henry Dunant, seorang pengusaha asal Swiss yang kemudian dikenal sebagai pendiri gerakan Palang Merah Internasional

Dilansir dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), sejarah peringatan ini tidak lepas dari sosok Henry Dunant, pendiri Komite Palang Merah Internasional. Gagasan kemanusiaannya muncul setelah menyaksikan penderitaan korban perang di Solferino, Italia, pada 1859.

Memori tentang peristiwa tersebut dituangkannya dalam sebuah buku berjudul A Souvenir of Solferino yang terbit pada tahun 1862.

Pemikirannya tentang kemanusiaan di buku tersebut Henry Dunant yang mendorong sebuah pertemuan di Jenewa, Swiss guna pembentuka organisasi kemanusiaan yang bersifat netral untuk membantu korban perang tanpa membedakan latar belakang. Pemikiran itu kemudian melahirkan gerakan Palang Merah Internasional / International Committee of the Red Cross (ICRC) yang terus berkembang hingga saat ini. .

Kenapa pada 8 Mei ditetapkan sebagai peringatan Hari Palang Merah ?

Tanggal 8 Mei dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran Henry Dunant. Peringatan ini sekaligus menjadi penghormatan atas jasa besarnya dalam membangun prinsip-prinsip kemanusiaan yang masih diterapkan hingga sekarang.

Melalui momentum tersebut, masyarakat dunia diajak untuk terus menumbuhkan rasa empati, solidaritas sosial, serta kepedulian terhadap sesama,

Peringatan Hari Palang Merah Internasional pertama kali dilaksanakan pada 1948. Seiring waktu, nama peringatan ini resmi berubah menjadi Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia pada 1984.

Pada 2026, Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia mengusung tema “Bersatu dalam Kemanusiaan”. Tema tersebut menegaskan pentingnya solidaritas dan kerja sama dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, konflik, maupun kondisi darurat lainnya.

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah telah hadir di lebih dari 190 negara melalui berbagai perhimpunan nasional, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI). Melalui peringatan ini, masyarakat diingatkan untuk terus menumbuhkan semangat kemanusiaan, kepedulian, dan solidaritas terhadap sesama. *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

DPC PDI-P Bantul Gelar Haul Bung Karno di Petilasan Sang Proklamator di Tegaldowo

DI YOGYAKARTA

Dandim 0729/Bantul Hadiri Syukuran HUT Ke-74 Kopassus di Bantul

DI YOGYAKARTA

Ikaba Polri 2002 Polres Bantul Bantu Warga Trimurti Srandakan Atasi Kekeringan

DI YOGYAKARTA

Kapolda DIY Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kapolres Gunungkidul

DI YOGYAKARTA

KGPAA Paku Alam X Terpilih Jadi Ketua Umum KONI DIY Periode 2025 – 2029

DI YOGYAKARTA

MLKI Bantul Gelar Ruwatan Agung Taun Dal 1959 Saka Jawa ” Penguatan Lembaga Kepercayaan dan Masyarakat Adat”

DI YOGYAKARTA

TNI AL Gelar Pelatihan Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Pantai Samas

DI YOGYAKARTA

Danramil 11/Dlingo Melakukan Monitoring Bersama Kapanewon Dlingo Program MBG di Temuwuh