BANTUL | LENSANUSA.COM – Puluhan mahasiswa tergabung dalam aliansi Cipayung ,dan BEM Bantul dan kelompok mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyerukan aksi melawan rezim Prabowo Gibran. Yang digelar di simpang empat Klodran ,Bantul ,Senin siang (14/06/2026)
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bantul Karepesina (22) mengatakan sejumlah tuntutan konkret Aliansi Cipayung dan BEM Bantul yakni menuntut pemerintah menurunkan harga BBM dan menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok .
“Perlu kita ketahui bahwasanya kenaikan harga BBM merupakan faktor yang utama, merupakan landasan yang paling utama dan mendasar bagi kita semua,” ucap mahasiswa Institut Teknologi Yogyakarta tersebut.
Selain itu, pihaknya turut mendesak adanya evaluasi total program MBG, menghentikan program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dan dengan tegas menolak serta mendesak pencabutan pengesahan Revisi Undang-Undang Polri reformasi.
“Revisi UU Polri yang membuka ruang lebih luas bagi polisi aktif menduduki jabatan sipil berisiko mengaburkan batas antara fungsi keamanan dan pemerintahan sipil” jelasnya.
Peserta aksi juga mendesak pembentukan Undang-Undang perlindungan aktivis, jurnalis, akademisi, mahasiswa, dan massa aksi. Pihaknya menilai bahwa demokrasi tidak akan hidup bila kritik dianggap ancaman.
Kegiatan aksi unjukrasa mendapat pengawalan dari aparatĀ kepolisian polres Bantul dan Kodim 0729/Bantul berjalan dengan tertib aman lancar sampai akhir. *SY.














