YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM. – Rangkaian Road to Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 menghadirkan pengalaman budaya bagi puluhan delegasi mancanegara dengan mengunjungi sentra produksi Bakpia Pathok 25 di Ngampilan, Kota Yogyakarta, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan yang diprakarsai Komunitas Angkasa 1 selaku penyelenggara JIKF 2026 itu diikuti peserta dari berbagai negara, di antaranya India, Vietnam, China, Amerika Serikat, Jerman, Malaysia, Brasil, Lebanon, Tunisia, Lithuania, Haiti, dan sejumlah negara lainnya.
Dalam kunjungan tersebut, para delegasi mancanegara melihat langsung proses pembuatan bakpia, mulai dari pengolahan adonan, pengisian, pemanggangan hingga mencicipi produk khas Yogyakarta tersebut. Mereka juga berdialog dengan para pekerja mengenai sejarah dan perkembangan bakpia yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTB).
Perwakilan Bakpia Pathok 25, Amel, mengatakan pihaknya menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai upaya memperkenalkan budaya Yogyakarta kepada masyarakat internasional.
“Harapan kami, melalui kunjungan ini bakpia semakin dikenal masyarakat dunia, tidak hanya di Indonesia,” ujar Amel.
Antusiasme juga disampaikan delegasi asal India, Kamal Prakash. Menurutnya, kegiatan budaya menjadi nilai lebih yang membedakan JIKF dari festival layang-layang internasional lainnya.
“Festival ini bukan hanya tentang layang-layang, tetapi juga mengenalkan budaya, kuliner, dan kehidupan masyarakat Yogyakarta. Pengalaman ini sangat berkesan,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Dilshad yang turut memberikan apresiasi serupa terhadap keramahan masyarakat Indonesia selama mengikuti rangkaian kegiatan Road to JIKF 2026.
“Masyarakat Indonesia sangat ramah. Lingkungannya bersih, tertata, dan semua orang menyambut kami dengan hangat. Tolong pertahankan keramahan dan kebersihan ini karena menjadi salah satu hal terbaik yang kami rasakan selama berada di Indonesia,” ungkapnya.
Selain mempromosikan budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperluas promosi pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM Yogyakarta di tingkat internasional sekaligus memperkuat citra kota Yogyakarta melalui diplomasi budaya yang dikemas dalam rangkaian Road to JIKF 2026. *SY.















