PEKANBARU| LENSANUSA.COM-Pasangan Afrizal Anjo dan Abu Bakar sukses keluar sebagai juara Turnamen Orado Club Komando PAS 2026 dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas). Kemenangan tersebut diraih setelah keduanya menaklukkan pasangan Pepen/Mardi dalam partai final yang berlangsung sengit di Rumah Makan Ulakan, Jalan Harapan Raya, Pekanbaru, Kamis (8/10/2026).
Turnamen yang berlangsung sejak 1 September hingga 8 Oktober 2026 ini menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi bagi komunitas pecinta olahraga domino atau orado di Pekanbaru dan sekitarnya. Sebanyak 512 tim ambil bagian dalam turnamen tersebut, dengan total hadiah mencapai Rp16 juta.
Besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga domino yang tidak hanya mengedepankan strategi dan ketajaman berpikir, tetapi juga menjunjung tinggi kebersamaan, kekompakan, serta sportivitas.
Final Sengit, Afrizal Anjo dan Abu Bakar Tampil Gemilang
Partai puncak mempertemukan dua pasangan tangguh, yakni Afrizal Anjo/Abu Bakar melawan Pepen/Mardi. Kedua pasangan tampil penuh perhitungan dan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Jual beli poin terjadi hingga pertandingan mencapai akhir. Namun, berkat kekompakan, konsentrasi, dan strategi permainan yang terjaga, Afrizal Anjo dan Abu Bakar berhasil mengungguli lawannya sekaligus memastikan gelar juara Turnamen Orado Club Komando PAS 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kemenangan dalam kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kerja sama dan kemampuan membaca strategi lawan.
Partai final semakin istimewa dengan kehadiran langsung CEO Club Komando PAS, Yusup Gunawan, yang menyaksikan jalannya pertandingan dari awal hingga akhir.
Yusup Gunawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menjaga suasana turnamen tetap kondusif. Menurutnya, turnamen ini memiliki makna lebih luas daripada sekadar perebutan gelar juara.
“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan upaya menjaga tradisi permainan rakyat. Saya bangga melihat antusiasme 512 tim yang luar biasa. Selamat kepada pasangan Afrizal Anjo dan Abu Bakar yang telah menunjukkan permainan terbaik serta menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Yusup Gunawan seusai pertandingan.
Sebagai bentuk apresiasi, piala juara dan piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Yusup Gunawan kepada para pemenang.
Afrizal Anjo: Kemenangan Berkat Kekompakan dan Kebersamaan
Afrizal Anjo mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan dirinya bersama Abu Bakar meraih gelar juara. Ia menilai kekompakan dan kerja sama menjadi faktor penting dalam menghadapi setiap pertandingan, terutama saat berhadapan dengan lawan tangguh di partai final.
“Alhamdulillah, ini rezeki dan hasil kekompakan saya bersama Pak Abu Bakar. Lawan di final, Pak Pepen dan Pak Mardi, juga sangat kuat. Terima kasih kepada Club Komando PAS dan Pak Yusup Gunawan yang telah mewadahi kami sebagai pecinta orado,” ujar Afrizal Anjo, yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Penggawa Melayu Riau.
Menurutnya, turnamen seperti ini perlu terus dilaksanakan karena memberikan ruang bagi para pecinta orado untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pergaulan, serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Baginya, kemenangan menjadi kebanggaan tersendiri, tetapi nilai kebersamaan dan silaturahmi yang terbangun selama turnamen merupakan bagian penting yang tidak kalah berarti.
Panitia Apresiasi Peserta dan Seluruh Pendukung
Panitia penyelenggara menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, pendukung, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi menyukseskan turnamen selama lebih dari satu bulan.
“Alhamdulillah, turnamen berjalan lancar, aman, dan sportif. Dari 512 tim yang berpartisipasi, hari ini kita telah mendapatkan juaranya. Ini adalah ajang silaturahmi kita bersama,” ujar perwakilan panitia.
Berakhirnya Turnamen Orado Club Komando PAS 2026 diharapkan menjadi momentum untuk terus mengembangkan olahraga domino sebagai wadah kegiatan positif, memperkuat persaudaraan, serta membangun hubungan yang harmonis antarkomunitas.
Lebih dari sekadar pertandingan, turnamen ini memperlihatkan bahwa olahraga dan permainan rakyat dapat menjadi ruang untuk menyatukan masyarakat, merawat kebersamaan, dan menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat.
Kemenangan boleh menjadi tujuan, tetapi sportivitas, persaudaraan, dan silaturahmi harus tetap menjadi nilai utama.***















