Home / DAERAH / PEKANBARU

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Afriadi Andika Desak Prabowo Turun Tangan: Jangan Biarkan Rakyat Terus Jadi Korban Asap!

PEKANBARU | LENSANUSA.COM- Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi sorotan. Afriadi Andika, S.H., M.H., selaku Masyarakat Pemerhati Hukum, mendesak Presiden RI Prabowo Subianto mengevaluasi secara menyeluruh penanganan karhutla, terutama di wilayah lahan gambut yang rawan menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.

Menurut Afriadi, penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga harus mencakup pencegahan, penegakan hukum, pemulihan lingkungan, dan perlindungan kesehatan masyarakat.

“Pak Presiden, rakyat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji. Asap karhutla mengancam kesehatan, mengganggu aktivitas ekonomi, dan membuat masyarakat hidup dalam kecemasan. Jangan biarkan rakyat terus menjadi korban setiap tahun,” tegasnya.

Afriadi meminta pemerintah mengevaluasi efektivitas strategi pemadaman, kesiapan personel dan peralatan, serta koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum. Ia juga mendorong pemerintah menetapkan status kedaruratan sesuai kondisi faktual dan ketentuan yang berlaku.

Ia turut menyoroti tanggung jawab Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam pengawasan kawasan hutan dan pengendalian karhutla. Menurutnya, evaluasi kinerja harus dilakukan secara terbuka dan objektif. Ia bahkan mendesak Menteri Kehutanan mempertimbangkan pengunduran diri apabila dinilai tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya secara efektif.

Dalam aspek penegakan hukum, Afriadi mengingatkan agar hukum tidak tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Setiap pihak yang terbukti melanggar harus diproses sesuai hukum, tanpa membedakan kekuatan modal maupun kedudukan.

“Jangan hanya masyarakat kecil yang mudah ditindak. Jika terdapat dugaan keterlibatan korporasi, usut secara profesional berdasarkan bukti. Pencabutan izin, sanksi hukum, dan kewajiban pemulihan lingkungan harus dilaksanakan sesuai aturan, bukan sekadar menjadi slogan,” ujarnya.

Afriadi juga menekankan bahwa bayi, anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan asap. Karena itu, pemerintah harus memastikan informasi kualitas udara, pelayanan kesehatan, dan perlindungan bagi warga terdampak tersedia secara memadai.

Ia menjelaskan, kebakaran lahan gambut membutuhkan penanganan khusus karena bara dapat bertahan di bawah tanah meskipun api di permukaan terlihat padam. Tanpa pemadaman menyeluruh dan pemantauan berkelanjutan, kebakaran berpotensi kembali terjadi.

Menutup pernyataannya, Afriadi meminta Presiden Prabowo memastikan seluruh jajaran bekerja berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan hanya laporan administratif.

“Jangan tuli terhadap suara rakyat, jangan tutup mata terhadap penderitaan masyarakat, dan jangan biarkan penegakan hukum berhenti pada janji. Karhutla bukan sekadar persoalan api dan asap, tetapi ujian nyata bagi tanggung jawab negara dalam melindungi rakyat dan menjaga lingkungan. Rakyat membutuhkan bukti, bukan sekadar janji!” pungkasnya.

 

Editor: Andi Champay

Share :

Baca Juga

DAERAH

Polsek Gebang Gerak Cepat Ungkap Kasus Dan Tangkap Pelaku Pencurian

PEKANBARU

Hadiri Halal Bihalal PKDP Riau, Suhatri Bur Berikan Dukungan Ida Yulita Maju di Pilwako

DAERAH

Aneh! Batching Plant Milik PT. Teka Group Jaya Diduga Baru Berdiri Setelah Memenangkan Proyek 14,9 Milyar

BERITA NASIONAL

Plt. Kajari SBB Hadiri Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2026 Kab. Seram Bagian Barat

BENGKALIS

Bupati Bengkalis Sarapan Bersama Dengan Ustadz Koh Dennis

DAERAH

Rutan Kelas I Medan Adakan Mapenaling Bagi WBP Baru

DAERAH

Lanjut Road Show Ramadhan 1444 H, Pj. Bupati Kampar Kunjungi Ponpes Darul Fatah Desa Sendayan Kecamatan Kampar Utara

DAERAH

Kajati Riau Rapat Monitoring Dengan PT KPI Dumai