Home / PENDIDIKAN

Senin, 9 Februari 2026 - 22:46 WIB

BOSDA Terancam Dihapus, PWMOI Riau Ingatkan Pemerintah: Jangan Ulangi Tragedi Anak Putus Sekolah

PEKANBARU | LENSANUSA.COM — Berhembusnya kabar bahwa Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau berencana meniadakan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) pada tahun anggaran 2026 menuai reaksi keras dari Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PWMOI Riau, Rio Kasairy, menyebut wacana tersebut sangat memprihatinkan dan berpotensi melukai rasa keadilan sosial, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Kalau benar BOSDA ditiadakan lagi pada 2026, ini sungguh miris. Slogan Cerdaskan Anak Negeri akan menjadi sekadar jargon tanpa makna,” ujar Rio kepada awak media di Pekanbaru, Senin (9/1/2026).

Rio menegaskan, Provinsi Riau dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam dari minyak bumi hingga kelapa sawit sehingga alasan penghapusan BOSDA dinilai tidak sejalan dengan semangat pemerataan pendidikan.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak menutup mata terhadap tragedi kemanusiaan yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, di mana seorang siswa kelas IV SD nekat mengakhiri hidupnya karena orang tua tak mampu membelikan buku dan alat tulis.

“Apakah Dinas Pendidikan Riau tidak bisa berkaca dari peristiwa tersebut?

Jangan sampai kebijakan anggaran justru memicu lahirnya tragedi serupa,” tegasnya.

Menurut Rio, di Riau masih banyak keluarga miskin yang berjuang keras agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah.

Namun ironisnya, tidak sedikit dari mereka yang belum tersentuh program bantuan pemerintah, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kami paham kondisi keuangan daerah sedang tidak baik-baik saja. Tapi apakah kita tega membiarkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa berhenti sekolah hanya karena kebutuhan dasar pendidikan tidak terpenuhi?” ucap Rio dengan nada prihatin.

PWMOI Riau menegaskan akan terus menyuarakan persoalan ini dan mendorong pemerintah daerah untuk meninjau ulang kebijakan terkait BOSDA.

“Anak-anak adalah aset bangsa. Mereka adalah masa depan Indonesia. Negara tidak boleh abai, apalagi menyerah, dalam menjamin hak pendidikan mereka,” pungkas Rio.**/effi

Sumber : Humas DPW PWMOI Riau

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Sovia Njera Ana Hamu Perjalanan 120 Km Demi Mimpinya Menjadi Perawat

DAERAH

SMPN 16 Raih juara 1 Turnamen Futsal Masmur Cup IX 

DAERAH

Bupati : Hari Sumpah Pemuda tebar semangat Gotong Royong Pemuda

PENDIDIKAN

Investasi Awal untuk Masa Depan: Bootcamp Intensif yang Mengubah Calon Mahasiswa Biasa Jadi Luar Biasa

DAERAH

GWI Riau Soroti Dugaan Praktik Pungli di SMPN 3 Pangkalan Kerinci, Bomen: Secepatnya Akan Kita Laporkan ke APH 

PENDIDIKAN

Yayasan Akarnesia Cakrantara Gelar Sosialisasi dan Pemberkasan untuk Program Pendidikan di Sumba Timur

NUSA TENGGARA TIMUR

KB Bintang Bangsa Lepas 40 Siswa, Yetsida Rambu Tamar: Semoga Anak-Anak Semakin Pintar dan Berprestasi

BERITA NASIONAL

SMKN 1 Indralaya Selatan Jadi Tuan Rumah Lomba Olahraga Tradisional, Kerjasama Dengan KORMI