Home / DI YOGYAKARTA

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:53 WIB

BPBD Bantul Kukuhkan 4 Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana)

BANTUL | LENSANUSA.COM. – Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengukuhkan empat Kalurahan Tangguh Bencana pada Selasa (12/8/2025) di Pendopo Parasamya.

‎Acara ini tidak hanya mengesahkan Kalurahan Palbapang, Pendowoharjo, Sendangsari, dan Patalan sebagai wilayah siaga, tetapi juga mendorong kolaborasi erat antara pemerintah, relawan, dan warga.

‎‎

Asekda I Hermawan Setiadji serahkan bantuan alat siaga bencana(foto.Ist)

Selain itu, pemerintah memberikan peralatan kesiapsiagaan agar kapasitas mitigasi, respons, serta pemulihan bencana semakin kuat.

‎‎Dengan demikian, setiap kalurahan memiliki sumber daya memadai, strategi yang jelas, dan dukungan penuh dari semua pihak.

‎Dalam sambutannya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bantul, Hermawan Setiadji, menegaskan bahwa kesiapsiagaan sangat penting meskipun wilayah terasa aman.

‎Karena itu, ia mengingatkan kembali pengalaman gempa 2006 serta banjir rutin yang menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat.

‎‎”Oleh sebab itu, kita mendorong lurah dan relawan menjaga koordinasi sehingga penanganan bencana berjalan cepat dan efektif,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

‎‎Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Agus Yuli Herwanta, menjelaskan bahwa pengukuhan ini merupakan kelanjutan program sejak 2024 di Palbapang serta pada Mei–Juni 2025 di Pendowoharjo, Sendangsari, dan Patalan.

‎”Melalui dukungan APBD, BPBD menyalurkan peralatan kesiapsiagaan untuk total 12 kalurahan, termasuk empat yang baru dikukuhkan,” tegasnya.

‎‎Dengan demikian, langkah ini diharapkan meningkatkan kapasitas teknis, memperkuat koordinasi lintas sektor, memperluas jejaring relawan, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam pengurangan risiko bencana.

‎”Selanjutnya, program ini juga menjadi model sinergi yang bisa direplikasi oleh daerah lain,” terangnya.

‎Acara berlangsung aman dan lancar berkat dukungan berbagai unsur, termasuk TNI melalui Kodim 0729/Bantul yang melakukan pemantauan lapangan secara langsung.

‎Selanjutnya, sinergi antara pejabat daerah, relawan, dan tokoh masyarakat akan menjadi modal penting menghadapi bencana di masa depan.

‎Oleh karena itu, Bantul menegaskan diri sebagai kabupaten yang siap secara teknis dan sosial, serta memiliki kekuatan kolektif untuk melindungi warganya dari ancaman bencana.

‎Dengan demikian, tujuan bersama untuk membangun masyarakat yang tangguh dapat terwujud secara nyata.*SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Ruang Oven Pengeringan Kayu di Bantul Mengalami Kebakaran, Kerugian Puluhan Juta Rupiah

DI YOGYAKARTA

Gelar Upacara Kenaikan Pangkat dan Penghargaan, Kapolres Bantul: Ini Simbol Kehormatan dan Dedikasi Tanpa Cacat

DI YOGYAKARTA

Polisi Berhasil Menangkap Pelajar Terlibat Duel Maut di Bantul yang Tewaskan 1 Orang

DI YOGYAKARTA

Prajurit Korem 072/PMK terima sosialisasi operasi Gaktib dan Yustisi dari Sub Denpom IV/2 Yogyakarta

DI YOGYAKARTA

Polda DIY Menerima Tim Supervisi Astamaops Mabes Polri Monitoring Pelaksanaan Pengamanan Nataru

DI YOGYAKARTA

Wakapolda DIY Cek Kesiapan Gerbang Tol Purwomartani Jelang Fungsional Arus Mudik

DI YOGYAKARTA

Apel Akbar 10 Ribuan Banser di Ponpes Gus Muwafig, Bentuk Satgasus Anti Miras di DIY

DI YOGYAKARTA

Yunianto ; Regulasi Pertambangan dinilai Tidak Berpihak pada Rakyat, Penambang Sungai Progo DIY Terancam Kehilangan Pekerjaan