YOGYAKARTA| LENSANUSA.COM. – Audensi Paguyuban Penambang Progo Sejahtera (PPPS) dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak pada Rabu (10/9/2025) berakhir deadlock. Pasalnya, Kepala BBWS yang dijanjikan hadir ternyata tidak datang. “Kami sangat kecewa karena di undangan tertulis jelas kepala dinas hadir, tapi nyatanya zonk,” tegas Agung Mulyono, Ketua PPPS, usai meninggalkan ruangan dengan wajah kecewa.
Kekecewaan itu semakin dalam ketika pihak BBWS hanya mengutus staf untuk mewakili. “Beliau juga sudah memintakan maaf, karena kepala dinas sedang bertugas ke Jakarta,” ujar perwakilan BBWSO saat menyampaikan permohonan maaf. Namun bagi PPPS, hal itu tidak bisa diterima. “Secepatnya kami akan datang lagi bersama masyarakat yang hidupnya bergantung di Sungai Progo,” lanjut Agung Mulyono menegaskan.
Tak hanya kecewa, PPPS juga mengancam akan menggelar aksi besar-besaran di kantor BBWS DIY. “Tak ada manfaatnya audensi kemarin, kita akan kerahkan massa untuk geruduk BBWS. Kami sudah jemu di-ontang-anting tanpa kejelasan. Dulu dijanjikan izin turun sebulan, tapi sampai sekarang nihil,” ungkap Umar, salah satu koordinator PPPS, Kamis (11/9/2025).
Masyarakat penambang menekankan agar pemerintah tidak hanya memberi janji, melainkan kepastian. “Kami ingin ada keseimbangan antara keberlanjutan penambangan dan keberpihakan pada penambang lokal. Ini soal keberlangsungan ekonomi warga,” pungkas Umar, mewakili keresahan masyarakat Sungai Progo.














