Home / DI YOGYAKARTA

Senin, 23 Februari 2026 - 19:30 WIB

Developer yang Laporkan Oknum Intel Polres Bantul Dipolisikan atas Dugaan Penipuan Properti, Hanuji Wibowo: Banyak Sertifikat Konsumen Yang Digadaikan ke Bank Oleh Pengembang Tanpa Sepengetahuan

Para korban bentangkan spanduk kecaman terhadap PT HOKI yang di duga melakukan penipuan bisnis properti ( Foto/Dok.Lensanusa)

Para korban bentangkan spanduk kecaman terhadap PT HOKI yang di duga melakukan penipuan bisnis properti ( Foto/Dok.Lensanusa)

YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM. – Tim Hukum dan Advokasi Front Jihad Islam (FJI) mendampingi sejumlah warga berbondong-bondong ke Mapolda DIY, Senin (23/2/2026) guna melaporkan dugaan penipuan jual beli rumah yang dilakukan pengembang PT Hoki Sejahtera Abadi ke SPKT Polda DIY sembari membentangkan spanduk bertuliskan kecaman terhadap dugaan penipuan tersebut.

Salah satu korban menyuarakan tuntutan dan tanggung jawab pihak PT Hoki untuk mengembalikan Haknya ( Foto.Lensanusa)

Theresia salah satu warga yang turut datang ke kantor polisi mengungkapkan bahwa dirinya sudah membayar lunas kredit rumah akan tetapi sampai saat ini belum mendapatkan sertifikat rumahnya, dan di duga sudah di gadaikan pihak PT Hoki ke salah satu Bank.

“Saya sudah bayar lunas, akan tetapi setiap menanyakan sertifikat hak saya pihak PT Hoki selalu menghindar ” ungkapnya kesal.

Di hari yang sama pihak PT Hoki bersama kuasa hukumnya juga melaporkan ketua ormas FJI dengan tuduhan pengrusakan dan aksi teror

Situasi pun sempat memanas ketika kedua belah kubu itu bertemu di Mapolda DIY.

Tim Hukum FJI Hanuji Wibowo S.H. yang mendampingi para korban membenarkan situasi sempat memanas dan Kericuhan terjadi lantaran para dugaan penipuan PT Hoki merasa kesal atas hak-haknya yang belum terpenuhi.

“Para korban sudah membeli dan melunasi akan tetapi sampai hari ini sertifikat belum diterima oleh korban,” kata Penasihat Hukum korban, Hanuji Wibowo,

Para korban semakin kecewa dan marah setelah mengetahui keberadaan sertifikat rumah yang sudah lunas dibeli diduga digadaikan oleh pengembang (PT Hoki) ke bank tanpa sepengetahuan konsumen

“Kemudian dicek sertifikatnya berada di bank sebagai agunan. Total kerugian data yang masuk ada 25 korban, kalau rata-rata Rp400 juta kalikan 25 korban itu saja,” cetusnya

Hanuji menambahkan, oknum Intel Polres Bantul berinisial S dimanfaatkan kedudukannya oleh PT Hoki sejak awal mula pembukaan lahan hunian.

Ketika itu terjadi komitmen pemberian imbalan dari pengembang kepada oknum intel tersebut.

Namun dalam rentang waktu, S berusaha menagih imbalan yang dijanjikan tetapi tidak mendapat respons dari pihak PT Hoki.

“PT Hoki tidak memenuhi kewajiban pembayaran sebagaimana disepakati sehingga meimbulkan kerugian bagi S sekitar Rp500 juta, jelasnya

Tim Hukum DPP FJI berkomitmen akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Polantas Dan Relawan Ambulans Bersatu , Optimalisasi Penanganan Korban Kecelakaan Lalulintas dan Perkuat Keselamatan dijalan

DI YOGYAKARTA

Kapolri Hadiri Pekan Orientasi XII HIKMAHBUDHI, Serukan Peran Generasi Muda untuk Indonesia Emas 2045

DI YOGYAKARTA

‎Wamen Riza Patria Resmikan Kandang  Peternakan Bantuan CSR, Dorong Ekonomi Desa Bangkit ‎

DI YOGYAKARTA

Ditipu Bukti Transfer Palsu Toko HP Parangtritis Rugi Rp 4,5 Juta, Polisi Tangkap Pelaku di Bekasi

DI YOGYAKARTA

‎Basarnas DIY Perkuat Sinergi Potensi SAR, Siaga Hadapi Bencana Nasional

DI YOGYAKARTA

Kaisar Abu Hanifah Gelar Konsolidasi Kader dan Relawan Untuk Memenangkan Abdul Halim Muslih – Aris Suharyanta

DI YOGYAKARTA

Polda DIY Adakan Peningkatan Kemampuan Public Relation Dan Presenter Guna Pengembangan Kompetensi Kehumasan Personil

DI YOGYAKARTA

Polda DIY Gelar “Operasi Patuh Progo 2025”