Home / Uncategorized

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:00 WIB

Di Balik Tembok Lapas, Silas Lulu Menemukan Iman dan Harapan Baru

Silas Lulu (kanan) saat diwawancarai oleh Ikzed dari tim lensanusa.com (kiri) di rumah kebun miliknya, Selasa (10/2/2026), terkait perjalanan hidupnya pasca bebas bersyarat dari Lapas Kelas IIA Waingapu.

Silas Lulu (kanan) saat diwawancarai oleh Ikzed dari tim lensanusa.com (kiri) di rumah kebun miliknya, Selasa (10/2/2026), terkait perjalanan hidupnya pasca bebas bersyarat dari Lapas Kelas IIA Waingapu.

SUMBA TIMUR | LENSANUSA.COM Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Waingapu menjadi tempat yang tak terlupakan bagi Silas Lulu. Bukan semata sebagai tempat menjalani masa hukuman, tetapi sebagai ruang perenungan yang mengubah arah hidupnya.

Silas, yang memperoleh status bebas bersyarat pada tahun 2025, membagikan kisah perjalanannya saat ditemui tim lensanusa.com pada Selasa (10/2/2026). Ia mengaku, masa-masa di dalam lapas justru menjadi titik balik spiritual dalam hidupnya.

“Di dalam lapas, saya punya banyak waktu untuk bersekutu dan memuji nama Tuhan. Dari situlah saya mulai sadar akan makna hidup saya yang sebenarnya,” ungkap Silas.

Menurutnya, proses perenungan dan pendekatan diri kepada Tuhan memberinya kekuatan untuk menerima masa lalu dan menata masa depan. Ia menyebut Lapas Kelas IIA Waingapu sebagai tempat yang bersejarah dalam perjalanan hidupnya karena di sanalah ia menemukan kesadaran dan pertobatan.

Namun, perjalanan setelah bebas bersyarat tidaklah mudah. Silas mengaku sempat mengalami trauma dan merasakan penolakan di tengah masyarakat.

“Awal keluar, saya masih merasa trauma. Penolakan dari sebagian masyarakat juga masih saya alami. Tapi saya tetap percaya bahwa Tuhan Yesus menerima saya apa adanya,” tuturnya dengan penuh keyakinan.

Tiga bulan pasca bebas bersyarat, Silas memutuskan untuk bangkit dan memulai kehidupan baru melalui dunia pertanian. Ia memilih bertani sebagai jalan untuk bertahan hidup sekaligus membuktikan kesungguhannya berubah.

Kini, ia mengolah lahan dengan peralatan sederhana dan manual. Berbagai komoditas seperti cabai, ubi, kangkung, jagung, dan tanaman lainnya ia tanam untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Meski bekerja dengan keterbatasan alat dan modal, semangatnya tak surut. Baginya, setiap tetes keringat di ladang adalah simbol harapan dan bukti keseriusannya menjalani hidup yang lebih baik.

Silas berharap masyarakat dapat memberikan ruang bagi mantan warga binaan untuk berubah dan kembali berkontribusi secara positif.

“Setiap orang bisa salah, tapi setiap orang juga punya kesempatan untuk berubah,” katanya.

Kisah Silas menjadi pengingat bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak selalu berakhir sia-sia. Bagi sebagian orang, seperti dirinya, masa hukuman justru menjadi awal dari perjalanan hidup yang baru.

Share :

Baca Juga

NUSA TENGGARA TIMUR

Tolak Dalih Mangkir PT MSM, Mantan Karyawan Ungkap Kronologi Penahanan Sebelum Di-PHK Sepihak

Uncategorized

Pebowling Putri Sumut Aldila Indryati Lampaui Target Medali Emas PON

DI YOGYAKARTA

Kasat Lantas dan Sejumlah Pejabat Utama di Polres Bantul Alami Rotasi Jabatan

Uncategorized

LSM KCBI Minta KPK RI turun Periksa Pembangunan Breakwater Penahan Ombak laut Pelabuhan Sirombu

Uncategorized

Tingkatkan Keamanan dan Ketertiban, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Insidentil

Uncategorized

Bupati Rohil Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2023

Uncategorized

Himania Polbeng Taja Open Quiz Competition

Uncategorized

Safari Ramadhan di Sungai Alam, Bupati Kasmarni Ingatkan Jangan Bakar Lahan