Home / DAERAH / PEKANBARU / PENDIDIKAN / TNI/POLRI

Senin, 10 Maret 2025 - 13:59 WIB

Diduga Beraroma Korupsi, LSM-BERANTAS Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana BOS ke Polresta Pekanbaru

LENSANUSA.COM | PEKANBARU,– Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Suara Rakyat Bersatu (LSM-BERANTAS) resmi melaporkan dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK Negeri 4 Kota Pekanbaru untuk tahun anggaran 2020 dan 2021. Laporan tersebut disampaikan langsung ke Polresta Pekanbaru pada Senin (10/3/2025).

Ketua Umum DPP LSM-BERANTAS, Kend Zai, yang didampingi Sekretaris Jenderal, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil kajian dan investigasi mereka, terdapat indikasi kuat bahwa realisasi anggaran Dana BOS pada tahun 2020 dan 2021 di SMK Negeri 4 Pekanbaru diduga tidak sepenuhnya terlaksana sebagaimana mestinya.

Menurut Kend Zai, beberapa pos anggaran yang tercantum dalam laporan realisasi Dana BOS, seperti Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler, Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah, Pembayaran Honorer, serta Penyediaan Alat Multimedia Pembelajaran, memiliki nilai anggaran yang sangat fantastis. Namun, berdasarkan temuan mereka, kegiatan-kegiatan tersebut diduga keras fiktif.

“Penggunaan Dana BOS pada beberapa pos ini kami duga keras tidak terlaksana dan ada indikasi mark-up. Saat itu, seluruh sekolah diliburkan secara nasional akibat pandemi COVID-19, dan proses pembelajaran dilakukan secara daring. Jadi, apa kegiatan yang dilakukan di sekolah tersebut?” ujar Kend Zai usai menyerahkan laporan ke pihak kepolisian.

Lebih lanjut, Kend menyebut bahwa laporan ini dibuat sebagai bentuk kontrol sosial dan penegakan hukum yang berdasarkan asas praduga tak bersalah. Ia berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini dan melakukan penyelidikan lebih dalam terhadap dugaan penyimpangan tersebut.

“Ya. Hari ini kami resmi menyampaikan laporan terkait dugaan penyalah gunaan Dana BOS di SMK Negeri 4 Kota Pekanbaru. Kami berharap Polresta Pekanbaru dapat segera menyelidiki kasus ini, memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang terlibat, serta memastikan bahwa jika ada indikasi korupsi, mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada tahun 2020 dan 2021, seluruh sekolah di Indonesia diliburkan secara nasional dan menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring) akibat pandemi COVID-19. Selama periode tersebut, kegiatan sekolah yang memerlukan tatap muka, seperti ekstrakurikuler dan pemeliharaan sarana prasarana, seharusnya minim atau bahkan tidak dilakukan.

Namun, dari data laporan realisasi Dana BOS yang diterima LSM-BERANTAS, ditemukan anggaran yang masih dialokasikan untuk berbagai kegiatan yang seharusnya tidak berjalan selama masa pandemi. Hal ini menimbulkan kecurigaan kuat bahwa anggaran tersebut diduga digunakan tidak sesuai peruntukannya atau bahkan fiktif.

“Jika memang dana tersebut digunakan sebagaimana mestinya, pihak sekolah harus bisa menunjukkan bukti bahwa kegiatan tersebut benar-benar terlaksana. Jika tidak, maka ini menjadi indikasi kuat adanya korupsi yang harus diusut tuntas,” tutup Kend.***

 

 

Share :

Baca Juga

DAERAH

Ketua BPD Desa Tegide’u Menduga Camat Sirombu dan Kades Kongkalingkong

TNI/POLRI

Polda Sumut Gelar Operasi ASEAN U-19 Toba 2026, 2.081 Personel Disiagakan

DAERAH

Pererat Tali Silaturahmi, Rutan Siak Gelar Buka Bersama Pegawai Dan Ibu Dharma Wanita

DAERAH

Sekdako Pekanbaru Dengarkan Penjelasan Komisi II DPR RI Terkait Pemilu Dan PPPK

DAERAH

Satgas Karang Taruna Kota Pekanbaru Sukses Mengamankan Acara Temu Karya VII Karang Taruna Pekanbaru 

TNI/POLRI

Polres Labusel Ungkap Kasus Pria Beristri Cabuli Tiga Gadis di Bawah Umur, Satu Korban Hamil

TNI/POLRI

Polda Sumut Berikan Dukungan Psikososial kepada Anak Korban Peristiwa Pencurian di Medan Marelan

TNI/POLRI

Wujud Empati dan Penghormatan, Brimob Polda Sumut Peduli .Jenguk Tokoh Karate INKANAS yang Sakit