Home / DI YOGYAKARTA

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:34 WIB

Diprediksi 8,2 Juta Pemudik Masuk DIY, Kapolda : Tol Purwomartani Berpotensi Difungsikan Saat Arus Balik Lebaran 2026

Kapolda DIY saat memberikan keterangan kepada awak media usai rapat kordinasi bersama Pemda DIY. (Foto/Dok.Bidhumas)

Kapolda DIY saat memberikan keterangan kepada awak media usai rapat kordinasi bersama Pemda DIY. (Foto/Dok.Bidhumas)

YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM. – Pemerintah Daerah DIY bersama Polri telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan selama arus mudik dan arus balik IdulFitri 2026. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah pengoperasian secara fungsional ruas Tol Purwomartani guna membantu mengurai kepadatan kendaraan yang keluar dari wilayah DIY.

Hal tersebut disampaikan Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K. usai mengikuti Rapat Koordinasi Forkopimda terkait kesiapan pengamanan libur Idulfitri yang berlangsung di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (10/3/2026). Menurutnya, skema ini disiapkan sebagai upaya menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat arus balik.

Kapolda menjelaskan, rencana pengoperasian tol tersebut telah melalui proses survei bersama Kementerian Perhubungan. Nantinya, ruas Tol Purwomartani direncanakan difungsikan sebagai jalur satu arah yang digunakan untuk mendukung arus kendaraan keluar dari wilayah Yogyakarta setelah puncak kedatangan pemudik.

“Kami sudah menerima informasi dari Kementerian Perhubungan bahwa Tol Purwomartani akan difungsikan satu arah untuk akses keluar dari DIY,” ujarnya.

Kebijakan tersebut dipersiapkan dengan mempertimbangkan tingginya mobilitas masyarakat yang diperkirakan menuju Yogyakarta selama periode mudik. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah kedatangan ke wilayah DIY diprediksi mencapai sekitar 8,2 juta orang.

Perkiraan tersebut diperoleh dari sejumlah indikator, di antaranya estimasi penggunaan kendaraan pribadi, jumlah penumpang kereta api yang tiba di Stasiun Tugu dan Lempuyangan, serta pemantauan kendaraan yang melintas melalui jalur tol utama seperti Gerbang Tol Kalikangkung. Sebagian besar pemudik diperkirakan berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dengan estimasi waktu tempuh perjalanan darat sekitar enam jam, peningkatan volume kendaraan diprediksi mulai terjadi beberapa hari menjelang Hari Raya IdulFitri.

“Data ini menjadi dasar untuk memprediksi potensi kemacetan. Mengingat sebagian besar wisatawan berasal dari Jakarta, kita memperhitungkan waktu tempuh normal perjalanan menuju Jogja yang sekitar enam jam, dengan biaya perjalanan yang relatif terjangkau,” jelas Kapolda.

Puncak arus kedatangan pemudik diperkirakan berlangsung pada H-5 hingga H-3 Idulfitri. Pemerintah pusat juga telah mengantisipasi kondisi tersebut melalui kebijakan libur panjang serta penerapan skema Work From Anywhere (WFA) di sejumlah sektor pekerjaan.

Selain rekayasa lalu lintas, kepolisian juga menekankan pentingnya penyebaran informasi kepada masyarakat terkait kondisi lalu lintas di wilayah Yogyakarta. Upaya ini dinilai penting agar para pengunjung maupun pemudik memahami situasi di lapangan, khususnya di titik-titik yang rawan terjadi kepadatan.

“Ada satu hal penting yang dilakukan oleh Pemda DIY, yaitu masifikasi informasi kepada masyarakat. Ini sangat krusial. Setiap orang yang datang harus mengetahui kondisi lalu lintas di Jogja, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman ketika menghadapi titik-titik rawan kemacetan,” ungkapnya.

Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai platform navigasi digital seperti Google Maps dan Waze agar informasi rute perjalanan yang ditampilkan sesuai dengan kondisi serta pengaturan lalu lintas di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kendaraan diarahkan ke jalur alternatif yang sempit dan tidak terpantau petugas, yang berpotensi memicu kemacetan baru.

Situasi di lapangan bisa berubah setiap hari. Apabila ada jalur yang berpotensi menimbulkan kerawanan lalu dialihkan oleh sistem navigasi, hal ini harus kita antisipasi. Karena itu, masyarakat diarahkan tetap menggunakan jalur utama yang berada dalam pengawasan petugas,” terangnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi secara jelas kepada masyarakat mengenai estimasi antrean atau tingkat kepadatan di suatu jalur, baik dalam rentang waktu satu jam, 15 menit, maupun 10 menit, sehingga pengguna jalan dapat mengetahui kondisi lalu lintas secara lebih akurat saat melintas. *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Giliran DPC PKB Kota Jogja Laporkan Lukman Edy Dugaan Pencemaran Nama Baik Ke Polresta Yogyakarta

DI YOGYAKARTA

Dandim 0729/Bantul Pimpin Upacara Kenaikan Tingkat Taruna SMK Negeri 1 Pleret

DI YOGYAKARTA

Polisi Berhasil Tangkap Basah Pelaku Pencurian di SD Negeri Ciren Bantul

DI YOGYAKARTA

Dukung Program Kabupaten Layak Anak, Pemkab Sleman Luncurkan Bus Sekolah Gratis

DI YOGYAKARTA

Mahasiswi di Bantul Jadi Sasaran Begal Payudara, Pelaku Ditangkap Warga

DI YOGYAKARTA

Bocah 8 Tahun di Bantul Terseret Arus Selokan Saat Kejar Sandal Hanyut, Sampai Saat ini Masih Dalam Pencarian Tim SAR Gabungan

DI YOGYAKARTA

Pria Paruh Baya Mendadak Meninggal di Warung Angkringan Imogiri Bantul Saat Sedang Ngobrol

DAERAH

Pelita Bhakti Brawijaya dan koperasi Madani Gelar Bakti konseptasi Bisnis di Yogyakarta