YOGYAKARTA| LENSANUSA.COM. – Geopix memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada puluhan musisi yang memutuskan mundur dari daftar penampil di konser Pestapora 2025 sebagai bentuk penolakan terhadap sponsorship dari PT Freeport Indonesia.
“Langkah para musisi ini mempertegas bahwa musik bukan hanya hiburan, melainkan juga ruang perlawanan terhadap perusakan alam, ketidakadilan ekologi, dan sosial,” tegas pernyataan resmi Geopix.
Apresiasi khusus diberikan kepada Rebellion Rose (RR), band punk asal Yogyakarta, yang konsisten mendukung kampanye perlindungan orangutan bersama Center for Orangutan Protection (COP) selama 15 tahun terakhir.
“Keputusan RR menyampaikan kekecewaan secara terbuka mencerminkan integritas dan keberanian moral untuk terus menjaga bumi,” ujar perwakilan Geopix.
Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix, menegaskan sikap tersebut sebagai simbol kebangkitan kesadaran kolektif.
“There is no music on the dead planet. Keputusan para musisi ini adalah ekspresi kejujuran dari panggung musik untuk menolak perusakan alam dan menyuarakan keadilan ekologis maupun sosial bagi generasi mendatang,” katanya.
Geopix menilai bahwa apa yang terjadi di Pestapora 2025 menjadi momentum penting di mana seniman, musisi, dan pecinta musik bersatu menyuarakan perubahan.
“Masa depan alam Indonesia jauh lebih berharga daripada keuntungan sesaat industri ekstraktif perusak alam,” tegas Geopix.
Geopix juga menekankan bahwa suara musik kini menjadi gema perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik. *SY.














