Home / Uncategorized

Senin, 22 Mei 2023 - 10:41 WIB

JAM-Pidum Menghadiri Pertemuan Sesi ke-32 Commission on Crime Prevention and Criminal Justice

AUSTRIA | LENSANUSA.COM – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana hadir mewakili Delegasi Kejaksaan RI dalam Pertemuan Sesi ke-32 Commission on Crime Prevention and Criminal Justice (CCPCJ) dengan tema “Enhancing the Functioning of the Criminal Justice System to Ensure Access to Justice and to Realize a Safe and Secure Society”, di Vienna International Center, Austria, Senin (22/05/2023),

Adapun pertemuan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan upaya internasional dalam mencegah serta menanggulangi kejahatan nasional dan transnasional. Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keadilan sistem peradilan pidana. Dalam pertemuan ini, telah dilakukan pembahasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan administratif, penganggaran, dan manajemen strategis UNODC.

Delegasi Kejaksaan RI Bernadeta Maria Erna Elastiyani mewakili Delegasi Republik Indonesia menyampaikan intervensi pada agenda ke-5 “thematic discussion on enhancing the functioning of the criminal justice system to ensure access to justice and to realize a safe and secure society”, dimana terdapat tiga poin penting yaitu pertama mengenai perlunya melanjutkan implementasi restorative justice dalam menghadirkan keadilan di tengah-tengah masyarakat, kedua terkait akses keadilan bagi anak dan wanita, serta ketiga tentang pembangunan sistem penegakan hukum dalam perkara terorisme.

Selanjutnya, Delegasi Kejaksaan RI dengan dukungan KBRI Wina mengadakan pameran berjudul “The Success Story of Indonesian Prosecution Office’s Restorative Justice for Community Development”. Adapun tujuan dari pameran tersebut dalam rangka mempromosikan keberhasilan Kejaksaan RI dalam penyelesaian perkara tindak pidana.

JAM-Pidum secara resmi membuka booth pameran tersebut dan menyampaikan bahwa keadilan restoratif merupakan terobosan hukum dengan tujuan memberikan penerapan hukum yang bermanfaat dan berkeadilan, serta kesempatan terhadap pelaku kejahatan untuk memulihkan hubungan dan memperbaiki kesalahannya terhadap korban di luar pengadilan.

Sementara itu, Anna Giudice, Team Leader Access to Justice (mewakili UNODC) memberikan apresiasi terhadap program restorative justice yang diinisiasi oleh Kejaksaan RI dengan membentuk Rumah Restorative Justice di 30 provinsi Indonesia dan menilai jumlah perkara yang dihentikan melalui pendekatan keadilan restoratif cukup mengesankan.

Hadir dalam kegiatan ini yaitu Duta Besar LBBP RI untuk Republik Austria di Wina, Deputi Kerja Sama Internasional BNPT, Sekretaris Umum BNPT, Deputi Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB di Wina, Direktur Kerja Sama Regional dan Multilateral BNPT, Direktur Oharda JAM PIDUM, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri, Kepala Bagian Kerja Sama Hubungan Luar Negeri Kejaksaan RI, Kepala Bagian Sunproglapnil JAM PIDUM, serta Pejabat Eselon 3 dan Fungsional di lingkungan Kejaksaan RI yang tergabung dalam Delegasi RI.

Share :

Baca Juga

DAERAH

Ribuan Mahasiswa Sudah Daftar Beasiswa Pemko Pekanbaru

Uncategorized

Mantap! Kejaksaan Agung RI Setujui 31 Pengajuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice

BERITA NASIONAL

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Lakukan Kunjungan Kerja ke Kejaksaan Negeri Ogan Ilir

Uncategorized

Aksi Pasang Spanduk, ARPI Terus Desak Kejari Sleman Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata

Uncategorized

Technician Education Can Fuel Financial Success

Uncategorized

Komitmen Perangi Narkoba,Polda Sumut Pekan Ini Amankan 130 Pelaku dan Puluhan Kilogram Barang Bukti.

BERITA NASIONAL

Polsek Rantau Alai Lakukan Patroli Kamtibmas di Jalan Perbatasan Kecamatan Kandis ke Kota Kayu Agung

Uncategorized

Selama di Madinah, JCH Kabupaten Bengkalis Menempati 2 Hotel