Home / DAERAH / NIAS BARAT

Minggu, 3 Desember 2023 - 17:17 WIB

Kontraktor PT Dambha Persada KSO Diduga Langgar PP No 12 tahun 2021

NIAS BARAT | LENSANUSA.COM – Kontraktor PT Dambha Persada KSO diduga langgar Peraturan Presiden RI No 12 tahun 2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan berdasarkan Undang-Undang No 2 tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi Pemerintah dalam pembangunan Breakwater Penahan Ombak laut di Pelabuhan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara. Hal itu diungkapkan Ketua LSM KCBI Nias Barat, Sabar Hati Halawa kepada awak media, Minggu (03/11).

“Kotraktor PT Dhamba Persada KSO diduga melanggar Perpres RI No.12 tahun 2021 dan UU No.2 Tahun 2017 dalam proyek pembangunan Breakwater di Pelabuhan Sirombu ini,” katanya.

Selain itu, Ketua KCBI juga menduga  PPK dari Kementrian Perhubungan Laut Republik Indonesia sengaja membiarkan Kontraktor Dambha Persada untuk terus menggunakan bahan material Sirtu bercampur tanah.

“PPK Kementrian Perhubungan Laut dalam mengawasi tidak masuk ke lokasi, sehingga diduga bahan material di lokasi dermaga Sirombu itu tidak sesuai spesifikasi uji lab yang ditetapkan di RAB,” lanjutnya.

Ketua KCBI itu menyesalkan atas tindakan pemerintah pusat mempercayakan tender Pembangunan Breakwater Penahan Ombak Laut di Pelabuhan Sirombu  dengan o kontrak PL-104/4/UPP.SRU.T.2023 18 Agustus 2023 itu kepada Kontraktor PT Dambha Persada, KSO dengan nilai kontrak mencapai Rp 49.013.028.000 dengan waktu Pekerjaan 270 hari kalender.

Untuk diketahui, sempat viral pemberitaan terkait penggunaan material Sirtu campur tanah dalam pembangunan proyek Breakwater di Kabupaten Nias Barat itu. Namun, sampai saat ini pihak PPK dari Kementrian Perhubungan Laut tetap membiarkan Kontraktor menggunakan bahan material Sertu campur tanah itu.

Terkait hal itu, Iskandar selaku Pelaksana Lapangan dalam proyek itu saat dikonfirmasi awak media tidak merespon baik pesan Whatsapp maupun voice call. Begitu juga saat diminta nomor Kontraktor untuk konfirmasi lanjutan, Iskandar tetap tidak merespon.

Hingga berita ini tayang, Kontraktor dan PPK tidak berhasil dikonfirmasi sesuai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik No.14 tahun 2008 karena diduga sedang berada di Jakarta.

Anehnya, berdasarkan informasi narasumber yang tidak disebut nama mengatakan selain material Sirtu yang digunakan lulus uji lab atau tidak, Sirtu yang berasal dari Batu Gunung itu diduga tidak memiliki izin dari Dinas Lingkungan Hidup.

“Sirtu itu berasal dari Gunung dan diduga tidak memiliki izin dari DLH, ini merusak lingkungan kami,” katanya kepada awak media.

Pertambangan di Desa berdasarkan Undang-Undang No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Batu Gunung sebelum diatur dalam Undang-Undang No.11 tahun 1967 tentang ketentuan Pokok Pertambangan.

Reporter : SH

Share :

Baca Juga

DAERAH

Tingkatkan Sinergitas, Kapolresta Deli Serdang laksanakan Kunjungan Ke Kantor Bupati Deli Serdang

DAERAH

H. Rio Kasairy Pimpin PWMOI Riau : Target 100 Anggota di Pekanbaru dan UKW  

BERITA NASIONAL

MAT ABB, Bupati Ajak Tahun Mendatang Seluruh BumDes Tunjukkan Prestasi

DAERAH

dr.Maharani: Melalui Program Bangga Kencana,Perencanaan Perkawinan Menjadi Penting Untuk Kehidupan Lebih Layak 

BERITA NASIONAL

Bupati Rohul Bersama 10 Kepala Daerah Ajukan Judical Review Dengan 7 Permohonan Ke MK

KUANTAN SINGINGI

Pimpinan Definitif DPRD Kuansing dari PDIP Masih Dalam Proses

BERITA NASIONAL

Tim Tabur Kejati Riau, Kejari Pekanbaru & Satgas SIRI Kejagung berhasil mengamankan DPO Terkait Perkara Korupsi Kredit Fiktif

DAERAH

Razia Bersama APH, Lapas Narkotika Rumbai Tunjukkan Komitmen Berantas Halinar