BANTUL | LENSANUSA.COM. – Misteri hilangnya Yunanto (30), seorang nelayan pencari ikan yang di duga mengalami kecelakaan air dan tenggelam di Muara Sungai Opak, Kelurahan Tirtohargo,Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul ,Sabtu (28/3).Upaya pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, menjelaskan bahwa operasi SAR Gabungan pada hari ketiga ini, Senin (30/3/2026) masih terus dilakukan dengan penuh semangat dengan mengerahkan empat SRU tim Penyisiran dan Pencarian.
“SRU pertama melakukan penyisiran menggunakan LCR (perahu karet) dari titik terakhir korban terlihat (LKP) ke arah utara kurang lebih 750 meter, Sementara SRU dua dan tiga menyisir darat ke arah timur dan barat sepanjang bibir pantai kurang lebih 500 meter dari LKP” ujar Pipit dalam keterangannya.
Basarnas juga mengerahkan teknologi canggih Drone Thermal yang dilengkapi dengan sensor panas ini diharapkan mampu mendeteksi keberadaan korban dari ketinggian, baik di permukaan air maupun di antara vegetasi pantai.
“Selanjutnya SRU empat melakukan penyisiran udara menggunakan drone thermal dari LKP dengan radius kurang lebih 500 meter,” katanya.
Diberitakan sebelumnya kejadian bermula saat korban berpamitan kepada keluarga sekitar pukul 02.00 WIB untuk menjaring ikan di Muara Opak. Namun hingga pukul 12.00 WIB, korban belum kembali ke rumah.
Keluarga korban kemudian berinisiatif melakukan pencarian mandiri di sekitar kawasan mangrove. Saat itu ditemukan sepeda motor korban masih dalam kondisi terkunci stang dan jaring masih terpasang di sekitar sungai dan getek yang digunakan korban dalam kondisi terbalik dan rusak .
“Hal itu menguatkan dugaan kuat bahwa korban mengalami kecelakaan air dan tenggelam di muara opak” jelas Pipit
Memasuki hari ketiga operasi SAR Gabungan telah melakukan penyisiran dan pencarian masih belum membuahkan hasil alias Nihil.
Pada pukul 17.00 WIB kegiatan operasi dihentikan untuk sementara dan dilanjutkan besok pagi. *SY.














