Home / DAERAH / PEMERINTAH / SUMATERA UTARA

Senin, 16 Oktober 2023 - 08:30 WIB

Miris, Jalan Penghubung Antar Kecamatan di Kabupaten Nias Selatan Putus Total

NIAS SELATAN | LENSANUSA.COM – Masyarakat Gomo dan Boronadu kecewa terhadap pemerintah daerah Nias Selatan dibawah kepemimpinan Bupati Dr Hilarius Duha, SH, MH. Pasalnya, diduga karena kurangnya perhatian dan perawatan terhadap jalan umum, jalan penghubung 2 kecamatan di wilayah itu rusak parah, Kamis (15/10/2023).

Diketahui wilayah Gomo tepatnya di Desa Hiliana’a sempat diguyur hujan lebat selama 2 hari 2 malam. Akibatnya wilayah itu dilanda banjir dan ruas jalan penghubung antar kecamatan putus total karena terbawa arus sungai.

Masyarakat Gomo dan Boronadu yang mencangkup 10 desa di wilayah itu, sedih melihat jalan mereka yang hancur hingga saat ini dan tidak bisa dilalui kendaraan roda 2 maupun kendaraan roda 4.

Mirisnya, dari informasi warga setempat mengungkap kepada awak media ini, bahwa jalan tersebut sudah lama mulai mengalami longsor dan pernah membuat keluhan melalui Kepala Desa Hiliana’a Kecamatan Gomo, namun sampai saat ini tidak ada tindakan apapun dari Pemerintah Daerah Nias Selatan.

“Beberapa bulan lalu, satu unit rumah warga sekitar dan kandang ternaknya hanyut terbawa arus banjir dan pernah melaporkan hal itu melalui Kepala Desa Hiliana’a Gomo,” jelas seorang warga setempat.

Saat itu, diketahui Kepala Desa Hiliana’a, Yurmin Telaumbanua menyatakan kepada masyarakat bahwa sebagai pemerintah desa, hal tersebut akan dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Nias Selatan.

Pada akhir bulan Juli 2023 Kepala Desa menyurati pemerintah terkait dengan adanya laporan masyarakat itu, namun hingga berita ini tayang tanggapan dari pemerintah kabupaten masih nihil.

Parahnya, saat ini kecamatan Boronadu gelap gulita karena tiang listrik beserta trafo listrik hanyut terbawa arus sungai. Bukan hanya itu, dengan putusnya jalan penghubung, aktifitas masyarakat jadi terganggu karena kondisi jalan tidak bisa dilalui.

Imbas lain dari kerusakan ini, perekonomian warga dan harga hasil bumi di Kecamatan Gomo dan Boronadu menurun drastis, sementara harga bahan kebutuhan pokok melambung tinggi.

Akibatnya sejumlah masyarakat setempat mulai mengungsi dan meninggalkan lokasi kejadian melalui badan penanggulangan bencana alam.

Kini, masyarakat setempat hanya menunggu dan berharap kepedulian pemerintah untuk segera merespon dan mengatasi penghambat aktifitas warga masyarakat tersebut.

Reporter: SH

Share :

Baca Juga

DAERAH

Pj Sekda Kampar Lakukan Entry Meeting Dengan BPKP Pusat

DAERAH

Pentingnya Bantuan Hukum Bagi Warga Binaan, LBH Cendrawasih Celebes Indonesia Berikan Penyuluhan Hukum Bagi Warga Binaan Lapas Pekanbaru

SUMATERA UTARA

Polres Langkat Terima Supervisi dan Asistensi Dari Direktorat Binmas Polda Sumut di Aula Baradaksa Polres Langkat

DI YOGYAKARTA

Miris, Jalan Kabupaten Rusak Puluhan Tahun di Penciterejo DlingoTak Kunjung Diperbaiki

DAERAH

Tiga Atlet Ski Air Pekanbaru Lolos Ke PON 2024

SUMATERA UTARA

Polresta Deli Serdang Tingkatkan Patroli Blue Light, Cegah Kejahatan Di Malam Hari

LANGKAT

Penyerahan Beasiswa dan Kegiatan Sosial Hari Bhayangkara ke-78 Tahun 2024 di Polres Langkat

ADVERTORIAL

Bupati Kasmarni Ajak PC PMII Bengkalis Jadi Mitra Strategis Pembangunan