BANTUL | LENSANUSA. COM. – Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) 2025 resmi digelar di Grand Hall dan Outdoor Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (13/9), sejak pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Acara besar yang diprakarsai PWM Muhammadiyah Yogyakarta ini menghadirkan sekitar 5.000 peserta dengan berbagai agenda inspiratif.
“Expo ini menjadi momentum membangkitkan semua komponen Amal Usaha Muhammadiyah sekaligus memperluas bidang dakwah persyarikatan,” ujar Ketua Panitia, Yulianto Neri Mugiono, S.E.
Kegiatan dikemas dalam berbagai acara seperti tabligh akbar, angkringan pendidikan, konser musik, bisnis matching, hingga lomba melukis tingkat TK-SD. Selain itu, ada pula sesi sarasehan, senam bersama, Runnermu, GowesMu, dan pameran produk.
“Kami menghadirkan 234 tenant dari sekolah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, hingga produk halal dan kesehatan,” jelas Yulianto.
Kehadiran tenant ini membuktikan sinergi kuat Muhammadiyah dengan pelaku UMKM dan masyarakat.
Dalam talkshow kepala daerah se-DIY, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan bahwa Bantul kini memiliki 96.360 unit UMKM.
“Saya yakin Muhammadiyah menjadi penyumbang terbanyak pertumbuhan UMKM. Industri kreatif, kuliner, dan pariwisata terus mendominasi,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta menekankan pembangunan SDM sebagai kekuatan utama. “Kota Yogyakarta fokus pada start up jejaring pasar untuk mendukung UMKM dan mengembangkan ekonomi syariah sebagai sistem gotong royong,” katanya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menambahkan pentingnya konsistensi dalam membangun UMKM. “Pasca-Covid, UMKM menjadi primadona ketahanan ekonomi. Karena itu penguatan UMKM sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Gelaran MJE 2025 pun berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kolaborasi. Acara ini tidak hanya memperkuat ekonomi umat, tetapi juga meneguhkan peran Muhammadiyah sebagai penggerak dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan bangsa.*SY.














