PEKANBARU| LENSANUSA.COM-Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di Jalan Arifin Achmad, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Sabtu pagi (1/8/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Sebuah mobil Mitsubishi Pajero dengan nomor polisi BM 8005 LJP terlibat kecelakaan dengan tiga pengendara sepeda motor.
Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang korban mengalami luka-luka, bahkan salah satu korban dilaporkan mengalami patah tulang dan harus menjalani perawatan lebih lanjut di rumah sakit.
Korban pertama diketahui bernama Bowoziduhu Bawamenewi alias Bomen (46). Saat kejadian, Bomen tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat Deluxe dari kawasan Simpang Tiga, Bukit Raya menuju Panam.
Setelah memasuki Jalan Sudirman dan berbelok ke Jalan Arifin Achmad, Bomen mengaku mendengar suara kendaraan dari arah belakang dengan suara cukup keras. Karena khawatir, ia kemudian berusaha menepi ke sisi jalan.
Namun, dalam hitungan detik, kendaraan Pajero yang dikemudikan Nico Armedi Sihombing (37) menghantam sepeda motor Bomen. Benturan tersebut membuat Bomen terseret dan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.
Bomen mengaku mengalami luka pada kedua kaki, paha bagian atas, punggung, bahu dan leher. Ia juga merasakan sakit cukup berat pada bagian punggung bawah, kedua bahu dan leher akibat benturan serta tubuh yang terbanting dan terguling.
Yang membuat kecelakaan tersebut menjadi sorotan adalah, setelah menabrak Bomen, kendaraan Pajero tersebut kemudian kembali menghantam dua pengendara sepeda motor lainnya, yakni Taufik dan Zul Efandi, yang saat itu berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat.
Zul yang berada sebagai penumpang mengalami patah tulang pada bagian bawah kaki kanan dan harus menjalani rawat inap serta operasi. Sementara Taufik terpental hingga ke jalur berlawanan arah Jalan Sudirman dan mengalami sejumlah luka.
Zul mengaku melihat langsung detik-detik kendaraan Pajero menghantam korban pertama sebelum kemudian menabrak sepeda motor yang ditumpanginya bersama Taufik.
“Saya dibonceng oleh Taufik. Saya mendengar suara keras dari belakang. Saya lihat Pajero itu menabrak korban pertama hingga terseret, kemudian menabrak kami. Taufik sempat saya cari dan ternyata terpental ke seberang jalan,” ujar Zul.
Diduga Melaju Kencang, Saksi Sebut Pajero Menyeret Korban Puluhan Meter
Keterangan lain datang dari seorang saksi berinisial PT, pengemudi kendaraan Maxim yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Menurut PT, sebelum kecelakaan terjadi, dirinya melihat kendaraan Pajero tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sejak kawasan SPBU. Ia juga menyebut suara kendaraan terdengar cukup bising.
PT mengaku melihat kendaraan tersebut menghantam korban hingga terseret dalam jarak yang diperkirakan sekitar 80 hingga 100 meter.
“Kami beriringan mulai dari SPBU. Saya berada di belakang dan sampingnya. Saya melihat Pajero warna putih hitam itu melaju cukup kencang dengan suara mesin bising, kemudian menabrak korban hingga terseret sekitar 80 sampai 100 meter,” ungkap PT.
PT juga menyampaikan bahwa setelah kejadian, dirinya melihat kondisi pengemudi yang menurut pengamatannya tampak menggigil. Namun, dugaan mengenai kondisi pengemudi tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan keterangan resmi pihak berwenang.
Kecelakaan itu sontak membuat arus lalu lintas di kawasan Jalan Arifin Achmad mengalami kemacetan. Warga yang berada di lokasi kemudian membantu mengevakuasi ketiga korban ke pinggir jalan.
Petugas kepolisian lalu lintas yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan dan mengamankan pengemudi Pajero untuk proses lebih lanjut.
Ketiga korban kemudian mendapat pertolongan. Secara sukarela, pengemudi Maxim turut membawa korban menuju RS Bhayangkara Polda Riau di Jalan Kartini. Ketiganya tiba sekitar pukul 07.55 WIB dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Bomen: Ada Dugaan Kelalaian yang Perlu Diusut Secara Terang
Bomen yang diketahui merupakan wartawan senior sekaligus Ketua DPD Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Provinsi Riau dan Wakil Sekretaris Jenderal Satria Andalan Forum Utama (DPP SAFU), menilai kecelakaan tersebut perlu ditangani secara serius.
Menurutnya, peristiwa itu bukan sekadar kecelakaan biasa karena terdapat sejumlah keterangan saksi mengenai kecepatan kendaraan, suara kendaraan, serta rangkaian tabrakan yang mengakibatkan tiga orang menjadi korban.
“Laka ini terjadi di luar dugaan saya dan korban lainnya. Namun, kami tentu merasa ada yang janggal. Kami menilai ada dugaan kelalaian pengemudi Pajero, terlihat dari cara kendaraan melaju dan suara kendaraan sebelum kemudian menabrak kami. Hal tersebut juga menjadi bagian dari keterangan sejumlah saksi di TKP,” kata Bomen, Rabu (5/8/2026).
Bomen menegaskan, pihak korban menyerahkan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum dan berharap seluruh fakta di lapangan dapat diperiksa secara objektif.
Keluarga Pengemudi Datangi Korban, Janji Tanggung Biaya Perawatan
Di tengah kondisi korban yang masih menjalani perawatan, pihak keluarga pengemudi Pajero turut mendatangi korban di RS Bhayangkara.
Seorang pria bernama Richi Manullang, yang mengaku sebagai pihak keluarga Nico, menyampaikan permintaan maaf kepada para korban.
Richi juga menyatakan kesediaannya untuk membantu menanggung biaya perawatan ketiga korban hingga pulih serta memperbaiki kerusakan dua sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan.
“Kami dari keluarga pengemudi Pajero, Nico. Kami meminta maaf atas peristiwa ini dan siap menanggung biaya perawatan korban serta biaya perbaikan sepeda motor,” ujar Richi kepada para korban di RS Bhayangkara.
Richi juga sempat mengantar Bomen dan Taufik menuju rumah masing-masing setelah mendapatkan perawatan awal.
Sementara Zul masih harus menjalani rawat inap karena mengalami patah tulang pada bagian bawah kaki kanan dan dipersiapkan untuk menjalani operasi.
Motor Korban Segera Diproses untuk Diperbaiki
Di sisi lain, korban juga mempertanyakan proses pengambilan sepeda motor yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan.
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Satrio melalui Kanit Gakkum Lantas Polresta Pekanbaru IPDA Ikhwanul Fajry merespons keluhan korban.
Kepada korban, pihak kepolisian meminta agar membawa dokumen yang diperlukan untuk proses rekomendasi pengeluaran kendaraan sehingga sepeda motor dapat segera diperbaiki.
“Baik bang, untuk mengeluarkan sepeda motornya, mohon agar dibawa surat perdamaian secara kekeluargaan dan KTP supaya bisa kita keluarkan motor untuk segera diperbaiki,” kata IPDA Ikhwanul Fajry melalui sambungan WhatsApp, Rabu (5/8/2026).
Bukan Sekadar Tabrakan, Keselamatan Pengguna Jalan Dipertaruhkan
Peristiwa di Jalan Arifin Achmad tersebut kembali mengingatkan bahwa keselamatan di jalan raya bukan perkara sepele.
Satu kendaraan yang melaju tanpa kehati-hatian dapat mengubah perjalanan pagi menjadi tragedi bagi banyak orang. Tiga pemotor menjadi korban, satu di antaranya harus menghadapi patah tulang dan operasi, sementara kendaraan mengalami kerusakan berat.
Karena itu, proses hukum terhadap kecelakaan tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada penyelesaian kerusakan kendaraan atau biaya pengobatan. Fakta mengenai kronologi, kecepatan kendaraan, kondisi pengemudi, serta faktor lain yang menyebabkan kecelakaan perlu diperiksa secara profesional berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan kepolisian.
Para korban pun berharap ada kepastian dan keadilan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan pengguna jalan benar-benar menjadi prioritas.
(*)















