SLEMAN | LENSANUSA.COM. – DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama DPC PDI Perjuangan se-DIY mendirikan Posko Gotong-Royong Mudik Lebaran. Lokasinya tersebar di lima titik strategis selama arus mudik dan balik lebaran untuk melayani masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Pembukaan posko di Jalan Solo-Jogja KM 13, Tirtomartani, Kalasan, pada Rabu (18/3/2026) malam, dihadiri langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga, MY Esti Wijayati. Anggota DPR RI asal DIY itu didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY Yan Kurnia Kustanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Danang Maharsa, serta Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman, Y. Gustan Ganda. Hadir juga Ketua Baguna DIY, Retno Handayani.
Esti Wijayati menyampaikan agar layanan, fasilitas, keamanan, dan hak publik menjadi prioritas utama di Posko Gotong-Royong Mudik Lebaran PDIP. Setiap posko, minimal harus memiliki satu tenaga medis untuk memberi pertolongan pertama dilengkapi unit mobil ambulans.
”Kita harus memahami hak-hak publik dalam memberikan pelayanan, seperti tidak menghidupkan sirene ambulans kalau tidak membawa pasien, itu menganggu hak masyarakat,” kata Esty.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY, Yan Kurnia Kustanto, mengatakan pendirian Posko Gotong-Royong PDI Perjuangan DIY terdapat di lima kabupaten/kota di DIY dengan teknis pelaksanaan diserahkan kepada masing-masing DPC. Layanan Posko Gotong-Royong di DIY akan berakhir pada tanggal 24 Maret 2026.
” lima titik Posko Gotong Royong PDI Perjuangan berada di Jalan Solo-Jogja KM 13, Jalan Ring Road Selatan Tirtonirmolo Kasihan Bantul, Terminal Dhaksinarga di Jalan Ir. Darmakun Darmokusumo, Wonosari, Jalan Imogiri Timur, Depan Terminal Giwangan, Kota Jogja, dan di Jalan Nasional Jogja-Wates, Milir Pengasih Kulonprogo.” Jelasnya
Yan Kurnia Kustanto juga menyampaikan bahwa Baguna PDI Perjuangan DIY menyiapkan tenaga medis bantu yang siap dipanggil kapan saja.
”Kalau di posko tidak ada tenaga medis yang berjaga, bisa kontak Bu Retno Ketua Baguna DIY.” ungkapnya.
Sementara Ketua DPC PDI-P Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan bahwa pemilihan tempat khusus di kabupaten Sleman di jalan Solo-Jogja karena pertimbangan volume terbesar kepadatan arus mudik dan balik berada di jalan Solo-Jogja atau sebaliknya.
“Penentuan tempat ini didasarkan pada volume pemudik, akses tol masuk Jogja masih ada di Prambanan. Orang dari Jakarta dan Jawa Timur akan melewati jalur ini, dibanding keluar Semarang,” jelas Danang yang juga menjabat Wakil Bupati Sleman itu..*SY.














