PEKANBARU | LENSANUSA.COM — Seorang pelanggan layanan internet MyRepublic, Nuar—yang dikenal dengan nama NOS—melayangkan keluhan serius terkait buruknya kualitas layanan yang diterimanya serta dugaan pembatasan akses terhadap sejumlah situs media daring nasional dan lokal.
Dalam keterangannya kepada media, NOS menyebut bahwa jaringan internet miliknya mengalami gangguan berulang seperti koneksi terputus dan kecepatan yang tidak stabil. Parahnya, ia mendapati beberapa situs berita resmi tidak lagi dapat diakses tanpa penjelasan yang jelas dari pihak penyedia layanan.
“Wifi sering error dan sangat mengganggu pekerjaan saya. Yang lebih mengejutkan, beberapa situs berita nasional tiba-tiba tidak bisa dibuka. Ini janggal dan merugikan,” ujar NOS, Kamis (31/07).
NOS mengaku telah melaporkan masalah tersebut kepada petugas lapangan MyRepublic bernama Ryo. Namun, respons yang diterima tidak mengarah pada penyelesaian konkrit. Ryo bahkan menyarankan agar NOS menghubungi Asisten Manajer (ASM) MyRepublic bernama Farid untuk penanganan lebih lanjut.
“Sudah saya laporkan, tapi belum ada tindakan. Coba langsung hubungi ASM-nya saja agar diteruskan ke tim terkait,” kata Ryo saat dikonfirmasi.
Ketika dihubungi secara terpisah, Farid mengaku sedang dalam perjalanan dan meminta identitas pelanggan guna menindaklanjuti keluhan tersebut. Namun, hingga laporan ini disusun, belum ada tanggapan resmi maupun langkah konkret dari pihak manajemen MyRepublic.
NOS menyatakan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan komplain pelanggan, serta mengkritisi dugaan pembatasan akses terhadap media daring yang menurutnya mengancam hak dasar konsumen dalam memperoleh informasi.
“Saya kecewa, bukan hanya sebagai pelanggan, tapi juga sebagai warga negara yang berhak atas informasi. Jika memang benar ada pemblokiran tanpa dasar hukum yang sah, ini bisa menjadi preseden buruk bagi kebebasan informasi di ruang digital,” tegasnya.
Hingga saat ini, pihak MyRepublic belum memberikan klarifikasi resmi terkait gangguan layanan maupun dugaan pembatasan akses terhadap situs berita.














