Home / DAERAH / PEKANBARU

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, DPP Tani Merdeka Dorong Riau Miliki Pabrik Pengolahan Ubi

Oplus_16908288

Oplus_16908288

PEKANBARU| LENSANUSA.COM-Panen Raya Ubi dan Dialog Ketahanan Pangan yang digelar DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau, Kamis (15/10/2026), menjadi momentum penting untuk mendorong kebangkitan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Bumi Lancang Kuning.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Toman, Gang Utama Riau Mandiri, Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, ini tidak sekadar menjadi ajang panen hasil pertanian. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Salah satu gagasan strategis yang didorong adalah pembangunan pabrik pengolahan ubi di Provinsi Riau sebagai upaya memperkuat hilirisasi pertanian, meningkatkan nilai tambah hasil panen, serta membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok tani dan masyarakat.

Dari DPP Tani Merdeka Indonesia, Andi Rahman, S.Pi, menilai pengembangan komoditas ubi harus diarahkan pada pembangunan sistem pertanian yang terintegrasi. Petani tidak cukup hanya didorong untuk menanam dan menghasilkan panen, tetapi juga harus memiliki kepastian pasar dan akses terhadap industri pengolahan.

Menurutnya, pembangunan pabrik ubi berpotensi menjadi solusi untuk memperpendek rantai distribusi, memperluas penyerapan hasil panen, dan mengurangi ketergantungan petani terhadap pasar bahan mentah.

“Kita tidak ingin petani hanya menjadi produsen bahan mentah. Hasil pertanian harus memiliki nilai tambah. Karena itu, pembangunan pabrik pengolahan ubi di Riau perlu didorong menjadi agenda strategis agar hasil panen petani dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi,”ujarnya

Sementara itu,Plt Gubernur Riau sf Harianto yang di wakili Oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, S.Hut., M.T., berharap dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengembangan komoditas pertanian yang berpotensi menopang ekonomi masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi petani, kelompok tani, pelaku usaha, dan calon investor menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan industri pengolahan ubi di Riau.

Dukungan pemerintah diperlukan, mulai dari pemetaan potensi lahan dan produksi, peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga kajian kelayakan pembangunan pabrik.

Meski demikian, rencana pembangunan pabrik harus ditopang oleh data produksi yang memadai, ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan, kepastian pasar, serta perhitungan investasi yang realistis.

Dengan perencanaan yang matang, pengembangan industri pengolahan ubi dapat membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi petani dalam rantai ekonomi pertanian.

Panen raya seharusnya tidak berhenti pada seremoni memanen hasil bumi. Momentum ini perlu menjadi titik awal untuk membangun sistem pertanian yang memberikan keuntungan nyata bagi masyarakat.

Ubi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan, seperti tepung, gaplek, dan bahan baku industri pangan lainnya. Pengolahan tersebut dapat meningkatkan nilai jual komoditas sekaligus memperluas akses pasar.

Namun, potensi tersebut hanya akan memberikan manfaat optimal apabila dibarengi dengan perencanaan produksi, dukungan teknologi, akses pembiayaan, serta kemitraan yang memberikan kepastian usaha kepada petani.

Karena itu, gagasan pembangunan pabrik ubi di Riau perlu ditindaklanjuti melalui kajian dan komunikasi konkret antara pemerintah, DPP dan DPW Tani Merdeka Indonesia, kelompok tani, serta pihak swasta.

“Ketahanan pangan bukan hanya tentang seberapa banyak hasil pertanian yang dipanen, tetapi juga bagaimana hasil panen itu diolah, dipasarkan, dan memberikan kesejahteraan bagi petani. Riau memiliki peluang untuk mengembangkan potensi tersebut melalui hilirisasi yang terencana,” menjadi semangat yang perlu dibangun bersama.

MEMBANGUN PERTANIAN, MEMBANGUN MASA DEPAN RIAU

Melalui Panen Raya Ubi dan Dialog Ketahanan Pangan ini, Tani Merdeka Indonesia diharapkan dapat terus mengambil peran dalam memperjuangkan kepentingan petani dan mendorong kebijakan pertanian yang berpihak kepada masyarakat.

Sinergi pemerintah, organisasi petani, dan dunia usaha menjadi fondasi penting agar potensi pertanian Riau tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga melahirkan industri, lapangan kerja, serta sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Pembangunan pabrik ubi bukan sekadar tentang mendirikan bangunan industri. Lebih dari itu, ini adalah upaya membangun kepastian pasar, meningkatkan nilai hasil panen, dan memastikan petani memperoleh manfaat yang lebih besar dari kerja kerasnya.

Dengan langkah yang terencana dan kolaborasi yang kuat, potensi ubi di Riau diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu penopang ekonomi kerakyatan sekaligus bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

 

DPP Tani Merdeka Indonesia — Mendorong Hilirisasi Pertanian, Memperjuangkan Kesejahteraan Petani.

 

Editor: Andi Champay

Share :

Baca Juga

DAERAH

Wakapolda Riau Silaturahmi ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR)

DAERAH

Rutan Siak Gelar Razia Blok Hunian dan Tes Urine Warga Binaan Pemasyarakatan

DAERAH

Ketua IMO  Riau Sesalkan Pemberitaan Tendensius Terhadap Pj Sekdako Pekanbaru

DAERAH

Rutan Kelas I Medan Terima Kunjungan Tim Hotel Grand Mercure

BENGKALIS

Hadiri Malam Puncak HPN Dan HUT Ke-77 PWI, Bupati Kasmarni Ucapkan Selamat

DAERAH

Kelabui Korban Lewat DM Instagram, Pelaku Berhasil Kumpulkan Video Asusila Anak 

DAERAH

Pimpin Apel Pagi, Kasi Giatja Lapas Pekanbaru Ajak Seluruh Jajaran Tingkatkan Kewaspadaan di Bulan Ramadhan

DAERAH

SURYA LESMANA ketua KAPE (Kumpulan Anak Pekanbaru) ikut hantarkan MUFLIHUN -ADE HARTATI mendaftar ke KPU kota Pekanbaru.