Home / TNI/POLRI

Kamis, 3 Juli 2025 - 21:46 WIB

Polda Sumut Ungkap 3.078 Kasus Narkoba, Sita Lebih dari 1,6 Ton Narkoba Berbagai Jenis Sepanjang Semester I 2025

MEDAN | LENSANUSA.COM – Peredaran narkoba di Sumatera Utara kini semakin canggih dan kompleks. Tidak lagi dalam bentuk sabu atau pil, kini narkotika disusupkan ke dalam liquid vape dan zat sintetis New Psychoactive Substances (NPS) yang belum diatur dalam regulasi Indonesia.

Hal ini disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., saat konferensi pers pengungkapan tindak pidana narkoba Ditresnarkoba Polda Sumut dan jajaran periode 1 Januari hingga 30 Juni 2025, serta kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba di Aula Tribrata Polda Sumut, Kamis (03/07/2025).

“Salah satu kasus paling menonjol yang kita ungkap adalah pabrik liquid vape yang mengandung narkotika golongan I dan dua zat NPS, yakni PFBP dan PV8. Zat ini efeknya sangat kuat, namun belum diatur dalam Permenkes, sehingga menjadi celah bagi pelaku kejahatan,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan zat-zat kimia jenis baru tersebut sangat berbahaya karena bisa lolos dari jerat hukum jika belum tercantum dalam regulasi. Ironisnya, efeknya bisa sebanding dengan sabu dan ekstasi.

“Ini adalah ancaman narkotika generasi baru. Masyarakat, khususnya generasi muda, harus lebih waspada,” tegas Kombes Pol Jean Calvijn.

Dari hasil pengungkapan selama Semester I 2025, Ditresnarkoba Polda Sumut mencatat setidaknya lima modus utama peredaran narkoba:
1.    Melalui perairan, khususnya jalur laut seperti Asahan, Tanjungbalai, dan Batubara.
2.    Dibawa pekerja migran, yang menyelundupkannya dari luar negeri.
3.    Diselipkan dalam barang logistik, terutama pengiriman ekspedisi.
4.    Diedarkan di tempat hiburan malam, bahkan dilakukan oleh pihak manajemen.
5.    Diproduksi di pabrik ilegal, termasuk bahan baku narkoba.

“Perkembangan modus ini menunjukkan bahwa sindikat narkoba terus menyesuaikan diri dengan celah pengawasan dan hukum. Oleh karena itu, upaya penindakan harus diimbangi dengan penyesuaian regulasi dan peningkatan kesadaran publik,” ujarnya.

Selama periode 1 Januari hingga 30 Juni 2025, Polda Sumut dan jajaran berhasil mengamankan 1,2 ton narkoba berbagai jenis. Dalam Operasi Antik Toba yang hanya berlangsung selama 21 hari pada Juni lalu, Ditresnarkoba dan polres jajaran juga berhasil menyita 430 kg sabu.

Selain itu, diamankan pula 200.000 butir ekstasi, 95.000 butir happy five, 2 kg kokain, 6 hektare ladang ganja.

Kombes Pol Jean Calvijn menegaskan, kondisi ini menuntut pendekatan penegakan hukum yang lebih adaptif, serta kolaborasi erat antara kepolisian, BNN, Kementerian Kesehatan, dan pihak terkait lainnya.

“Sumatera Utara harus bersiap menghadapi ancaman gelombang baru peredaran narkotika yang masuk lewat berbagai celah. Ini bukan hanya soal pengungkapan, tapi juga kesiapan negara dalam regulasi dan sistem pengawasan,” pungkasnya.
(Red/Dilla)

Share :

Baca Juga

TNI/POLRI

Akses Warga Terancam, Brimob Sumut Lakukan Pengecekan Jembatan Gantung di Tukka

TNI/POLRI

Densus 88 dan Disdik Sumut Deklarasi Serentak di 207 Sekolah Binjai-Langkat

BERITA NASIONAL

Dalam Rangka Menyambut HUT Bhayangkara ke-78 Tahun 2024, Polsek Rantau Alai Giat Bhakti Sosial Bagikan Bahan Pangan ke Warga

TNI/POLRI

Polresta Deli Serdang Gelar Donor Darah Sambut Hari Jadi ke-74 Humas Polri

DAERAH

Polda Sumut Berjaya di Dunia Karate, Tim Binaan Brigadir Fran Raih 6 Emas

TNI/POLRI

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polres Langkat Lakukan Penanaman Jagung Serentak

TNI/POLRI

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kwala Bingai Memotifasi Anak Usia Dini Agar Tidak Kecanduan HP

TNI/POLRI

Polres Sibolga Gelar Minggu Kasih di GKII Sibolga, Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Jemaat