Home / TNI/POLRI

Minggu, 11 Mei 2025 - 11:29 WIB

Polisi Tangkap Abang Adik Pengirim Paket Berisi Mayat Bayi

MEDAN | LENSANUSA.COM – Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur berhasil mengungkap mayat bayi yang dikirim lewat ojek online (Ojol) di Kota Medan pada Kamis (8/5/2025).

“Hari ini Satreskrim Polrestabes Medan bersama dengan Polsek Medan Timur, berhasil mengungkap peristiwa paket berisi mayat bayi itu,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan saat menyampaikan rilisnya di Masjid Jamik Jl. Ampera III, Medan Timur, Jumat (9/5/2025).

Dua orang tersebut, NH (21) & R (24) memiliki hubungan keluarga sebagai abang dan adik. Memesan Ojol sebagai pengirim dan penerima paket berisi mayat bayi laki-laki.

“Kita sudah mengamankan 2 orang yang memesan Ojol untuk mengirim paket yang berisi mayat bayi. Dua orang ini ada hubungan keluarga yakni abang & adik,” ungkapnya.

Dari keterangan NH (ibu si bayi), dia melahirkan pada Sabtu (3/5/2025) lalu. Melahirkan sendiri, merawat bayinya sendiri, dalam rumahnya di Belawan.

“Lalu dalam prosesnya sang bayi sakit, sempat diantar ke RS tetapi kemudian dibawa kembali ke rumah karena keterbatasan biaya, kemudian bayi meninggal pada, Rabu (7/5/2025),” kata dia.

Setelah bayi meninggal kemudian sang bayi di bawa ke salah satu tempat di wilayah Brayan, lalu pada Kamis (8/5/2025) jam 06.14 WIB yang bersangkutan memesan Ojol kemudian meminta untuk mengantarkannya ke satu tempat yang dituju yakni di sini.

“Setelah sampai diletakkan di sini (Masjid), Marbot dan masyarakat sekitar tidak mengenali nama Putri dan Rudi sesuai dalam aplikasi Ojol tersebut. Aslinya adalah R & NH,” tukasnya.

untuk mengungkap penyebab kematian bayi, pihaknya masih menunggu scientific investigation berikutnya, apakah yang menyebabkan kematian seorang bayi tersebut? Karena kondisinya sewaktu sampai di tempat ini susah meninggal dunia.

“Saya rasa tuntasnya sudah untuk mengetahui siapa yang terlibat dalam peristiwa ini. Hanya yang belum tuntas adalah konstruksi hukum yang kita lakukan karena masih menunggu otopsi dari kedokteran forensik RS Bhayangkara,” kata dia.

Untuk sanksi hukum, konstruksinya tetap menggunakan UU perlindungan anak dan juga KUHP.

Makanya nanti kita lihat hasil otopsinya, jika ada kekerasan yang mengakibatkan kematian terhadap bayi baik fisik atau psikis atau penelantaran sehingga mengakibatkan bayi meninggal maka Pasal nya pasti lebih berat yakni Pasal 80 UU Perlindungan anak,” pungkasnya.  (**/Dilla)

Share :

Baca Juga

TNI/POLRI

Ringankan Luka Pascabencana, Polda Sumut Salurkan Bantuan Mabes Polri ke Aceh Tamiang

DAERAH

Panglima Tinggi penggawa Melayu Riau Dt.Arfizal Anjo.Msi. Meminta Polda Riau tindak tegas Mafia Tanah dan ilegal logging yang ada Di Pelalawan.

LANGKAT

Jelang Pemilu 2024,Sat Samapta Polres Langkat Patroli Ke Kantor KPU Kabupaten Langkat. 

SUMATERA UTARA

Polres Langkat Terus Memperkuat Keamanan Dengan Patroli Presisi

DAERAH

Kapolda Riau Jenguk Wakapolres Kuansing yang Ditabrak Pebalap saat Bubarkan Balap Liar

DAERAH

Pasutri di Tanjung Kemala Pugung Tewas Dibacok Tetangga, Pelaku Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan 

TNI/POLRI

Natal Berbagi Kasih, Polda Sumut Hadirkan Harapan di Rumah Kesembuhan Sahabat Lazarus Medan

TNI/POLRI

Kapolda Sumut Suntikkan Motivasi ke Jajaran Polres Padang Lawas Bersatu, Berani dan Humanis