SUMBA TIMUR| LENSANUSA.COM — Semangat membangun desa dan memberantas kemiskinan membawa seorang putri daerah asal Desa Kotak Kawau, Kecamatan Kahaungu Eti, Kabupaten Sumba Timur, menuju panggung internasional.
Yana Kariri Aji, S.P., dipercaya mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam program pelatihan bertajuk Pengembangan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan Indonesia yang merupakan bagian dari program Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.
Pada 7 Mei 2026, Yana bertolak dari Sumba Timur menuju Jakarta untuk mengikuti kegiatan pelepasan peserta oleh kementerian terkait sebelum diberangkatkan ke China pada 8 Mei 2026. Di negeri tersebut, ia akan mengikuti pelatihan selama dua minggu mengenai pengembangan pedesaan dan strategi pengentasan kemiskinan.
Kepada media ini, Yana mengaku merasa bangga dan bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Ia bahkan tidak pernah membayangkan sejak kecil bisa menginjakkan kaki di China.
“Saya sangat senang dan bersyukur. Dari kecil saya tidak pernah bermimpi bisa pergi ke China. Ini menjadi pengalaman luar biasa bagi saya,” ungkap Yana.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan nantinya dapat diterapkan di Sumba Timur, khususnya dalam mendorong pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Yana, China merupakan salah satu negara maju yang memiliki banyak keberhasilan dalam pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan sehingga menjadi tempat yang tepat untuk belajar dan menimba pengalaman.
“Harapan saya, apa yang dipelajari di China nanti bisa dipraktikkan di Sumba. Kita ingin desa-desa di daerah juga berkembang dan masyarakat semakin sejahtera,” tambahnya.
Keikutsertaan Yana dalam program internasional tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat NTT, khususnya Kabupaten Sumba Timur. Kehadirannya sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda daerah mampu bersaing, belajar, dan membawa nama daerah hingga tingkat internasional.
Semangat dan perjuangan Yana diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus bermimpi besar, mengembangkan kapasitas diri, dan kembali membangun daerah dengan ilmu yang dimiliki. |**Ik














