Home / DI YOGYAKARTA

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:26 WIB

Ratusan Warga dan Kelompok Bregada Rakyat Geruduk Polda DIY, Sampaikan Pesan Perdamaian Tolak Kerusuhan dan Kekerasan di Kota Jogja

YOGYAKARTA| LENSANUSA.COM. – Pesan perdamaian menggema di sepanjang jalanan Sleman pada Kamis sore. Ratusan peserta kirab budaya bertajuk “Pratelan Budhaya Tolak Kekerasan Utamakna Katentreman” melakukan aksi jalan kaki dari Terminal Condongcatur menuju Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kamis (26/2/2026).

Langkah kaki para peserta yang mengenakan busana adat Jawa dan Nusantara ini menjadi simbol gerakan moral masyarakat dalam menjaga marwah Yogyakarta.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa setibanya di halaman Mapolda DIY, rombongan yang terdiri dari elemen masyarakat adat dan perwakilan Bregada Rakyat langsung disambut oleh Wakapolda DIY, Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K. didampingi beberapa Pejabat Utama.

“Kehadiran perwakilan Bregada Rakyat Widya Permana, Jaladwara, dan Wirotomo membawa suasana khidmat sekaligus menjadi penyemangat kami untuk bekerja lebih baik dan profesional serta mendukung misi berbagai elemen masyarakat dalam memulihkan citra Yogyakarta pasca-aksi anarkis yang sempat mencederai wajah Kota Budaya,” tambahnya.

Sementara itu dalam suasana khidmat, Brigjen Pol Eddy Djunaedi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Polda DIY yang disampaikan langsung kepada koordinator kegiatan, Widihasto Wasana Putra, dan perwakilan Bregada Rakyat (Widya Permana, Jaladwara, dan Wirotomo) serta partisipan warga masyarakat adat yang tetap teguh menjaga marwah daerah.

“Budaya Yogyakarta adalah budaya adiluhung yang menjunjung tinggi tata krama, tepa selira, dan harmoni sosial. Pesan damai ini adalah resonansi moral bahwa DIY menolak kekerasan dalam bentuk apa pun,” tegas Brigjen Pol Eddy.

Wakapolda mengingatkan bahwa perusakan fasilitas umum bukanlah cerminan jati diri warga Yogyakarta. Ia menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara santun, sesuai dengan dhawuh (pesan) Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat adat merupakan benteng utama agar Yogyakarta tetap menjadi wilayah yang teduh dan bermartabat, sekaligus menghapus preseden buruk akibat aksi anarkis sebelumnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan Bumi Mataram, Brigjen Pol Eddy Djunaedi menegaskan tiga poin komitmen Polda DIY:

1. Menjamin Kebebasan Aspirasi: Memberikan ruang penyampaian pendapat secara damai sesuai hukum.

2. Pendekatan Humanis: Mengedepankan dialog dan langkah persuasif dalam setiap pelayanan unjuk rasa.

3. Sinergi Keamanan: Bersama masyarakat menjaga katentreman lan karaharjan (ketenteraman dan kesejahteraan).

Acara pun ditutup dengan gaungan slogan kirab, “Tolak Kekerasan, Utamakan Katentreman,” sebagai janji bersama untuk memastikan Yogyakarta tetap menjadi rumah yang nyaman bagi siapa pun. *SY

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Operasi Lilin Progo 2025: Kapolda DIY Minta Personel Polres Gunungkidul Tingkatkan Kewaspadaan

DAERAH

Pelita Bhakti Brawijaya dan koperasi Madani Gelar Bakti konseptasi Bisnis di Yogyakarta 

DI YOGYAKARTA

Misteri Mayat Wanita di Gudang Ekspedisi di Bantul, Pelaku Ternyata Suami Korban

DI YOGYAKARTA

Bupati Sunaryanta Tutup Kejurda PDBI Gunungkidul

DI YOGYAKARTA

Panewu Dlingo Hadiri Kenduri Akbar Merti Dusun Saradan

DI YOGYAKARTA

Perkuat Sinergitas Pasca Lebaran, Kapolres Bantul Kunjungi Ponpes Annur dan Al-Romly

DI YOGYAKARTA

Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Rumah Kontrakan di Banguntapan

DI YOGYAKARTA

Beri Kejutan Relawan, Wakapolres Gunungkidul Sambangi Lokasi Berikan Logistik dan Personil Polri Bantu Kegiatan Bedah Rumah