Home / BERITA NASIONAL / DI YOGYAKARTA

Selasa, 29 Oktober 2024 - 13:15 WIB

Ribuan Massa umat Islam Padati Polda DIY Minta Usut Penusukan Santri Al Fatimiyah Krapyak

SLEMAN | LENSANUSA.COM – Ribuan Santri Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai pondok pesantren di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memadati lapangan dan halaman depan Markas Kepolisian Daerah Mapolda) DIY, jl ringroad Utara condongcatur Sleman ,Selasa (29/10/2024) .

Kegiatan Aksi ini buntut dari peristiwa kasus penusukan santri Pondok Pesantren Al Fatimiyah  Krapyak panggungharjo Sewon Bantul oleh gerombolan pemuda yang sedang dalam pengaruh miras beberapa waktu lalu di daerah Prawirotaman, Mantrijeron Yogyakarta

Pantauan awak media  di lokasi menunjukkan bahwa para santri mulai berkumpul di kawasan Polda DIY sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Mereka tiba menggunakan kendaraan roda dua dan beberapa bus, mengakibatkan rekasaya lalulintas akses jalan di sekitar Polda DIY sempat ditutup.

Para santri membawa poster berisi penolakan terhadap minuman keras dan kecaman atas insiden penusukan santri  ponpes Al Fatimiyah Krapyak Sewon Bantul , pada 23 Oktober lalu. Beberapa poster bertuliskan “Jogja Waras Tanpa Miras,” “Santri Bukan Objek Kekerasan,” “Hanya Pengecut yang Melakukan Kekerasan,” “Miras Diteguk, Santri Ditusuk,”Selamatkan Citra baik Jogja”,”Lek Slamet kaose polosan” , “senajan mumet Ojo oplosan”.

Kapolda DIY Irjend pol Suwondo Nainggolan menyampaikan terimakasih kepada Kyai, Romo, Generasi saya, generasi adik – adik semua, suatu saat adik – adik ini akan berdiri disini juga seperti saya. “Saya Kapolda DIY berkaitan adanya kamtibmas di wilayah Yogyakarta saya yang paling bertanggung jawab atas semua kamtibmas di Yogyakarta” tutur Kapolda.

Suwondo menjelaskan bahwa kepolisian  sudah menangkap beberapa pelaku awal mula 2 orang menjadi 3 pelaku dan terus berkembang sekitar pukul 23.00 WIB tadi malam 2 pelaku penusukan berhasil kami tangkap dengan jumlah total 7 pelaku yang sudah di amankan.

“Sore hari ini akan kami relleas hasil penangkapan pelaku dan peristiwa kejadian tersebut, Kami sebagai aparat penegak hukum akan kami sampaikan bahwa yang akan hukum perbuatannya bukan orangnya dan proses hukumnya bisa di kontrol sampai pengadilan” jelasnya.

Ia juga menambahkan  tidak ada kebetulan kehadiran para santri ini memberikan kami semangat agar dapat menindaklanjuti, memberatas miras yang ada di DIY ini, baik bagi yang legal maupun Ilegal.

” Nanti kedepanya saya berjanji dan akan saya pastikan, tidak ada lagi ijin miras di Yogyakarta lagi” tegasnya.

Ketua PWNU DIY, Zuhdi Muhdor, mengapresiasi kepolisian Polda DIY  yang telah merespons cepat tuntutan santri.

“Ketika kita berada pada suasana peringatan hari santri, ada peristiwa penusukan. Kemudian, kepolisian dengan tanggap dan sigap menangkap pelakunya,” kata Zuhdi.

Koordinator aksi tersebut, Muiz mengatakan bahwa total santri yang hadir dalam aksi tersebut diperkirakan mencapai 7.000 hingga 8.000 orang.

“Catatan kami diperkirakan sekitar 7.000 sampai 8.000 orang,” ujar Muiz.

Pada pukul 11.10 WIB  masa aksi berangsur angsur membubarkan diri dan selama kegiatan berlangsung tertib kondusif  dan aman .*SY

Share :

Baca Juga

BERITA NASIONAL

Ini Dia Angkringan ‘Mas Bewok’ Nasi Kucing Khas Jogja Di Pringsewu,Banyak Menunya

JAWA TENGAH

Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Kesiapan Satuan Yon TP dan Brigif 43/Muria

BERITA NASIONAL

Gelar Jumat Curhat dan Pembacaan Yasin Serta Doa Bersama, Ini Harapan Kapolsek Rantau Alai

BERITA NASIONAL

Mewakili Kapolsek, Bhabinkamtibmas Polsek Rantau Alai Hadiri Giat Rapat Pleno Rekapitulasi DPHP Kecamatan Kandis

DI YOGYAKARTA

Relawan Ambulan FKTM Sumberan Gelar Bakti Sosial dan Tanam Pohon Cokelat di Samigaluh

DI YOGYAKARTA

Polisi Ringkus Dua Pelaku Spesialis Pencuri Pompa Air Yang Beraksi di Sejumlah Lokasi  di Bantul

DI YOGYAKARTA

Dandim 0729/Bantul Turun Langsung Check Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Pajangan

DI YOGYAKARTA

2 Pelaku Penipuan di Bantul di Bekuk Polisi, Berkedok Beli Handphone Lalu COD-an