BANTUL | LENSANUSA.COM. – Antusiasme masyarakat di Bantul masih sangat tinggi untuk menyaksikan tradisi budaya Main Obor dan Sepakbola Api. Terbukti pada Perayaan Pasar Malam yang diadakan oleh masyarakat Padukuhan Deresan Kalurahan Ringinharjo Kapanewon Bantul, Senin (23/3/26) jumlah pengunjung yang datang lebih dari empat ratusan orang.
Pertunjukan Main Obor dan Sepakbola Api adalah salah satu pertunjukan ‘wajib’ yang digelar pada Perayaan Pasar Malam yang dikemas dalam agenda Garebeg Ketupat Deresan 2026 yang diselenggarakan oleh masyarakat Padukuhan Deresan, pertunjukan seni dan ketrampilan ini sudah jarang ada. Persiapan untuk acara ini juga memerlukan beberapa hari, dari mengayam ‘stik’ dan ‘bola’ api juga mencari minyak tanah untuk acara Main Obor.
Menurut Syaifuddin Hanif selaku ketua panitia penyelenggara Pasar Malam menyambut Hari Raya Idul Fitri, pada tahun ini berlangsung selama enam hari, dan agenda tahunan ini akan berakhir pada hari kamis (26/3/2026) malam.
“Kendala yang kami hadapi adalah keberadaan minyak tanah yang sudah langka dan kalaupun ada harganya sudah tinggi, meskipun demikian kami harus tetap menyelenggarakan karena pertunjukan Main Obor dan Sepakbola Api sudah menjadi tradisi turun temurun,” imbuhnya.
Sementara itu menurut keterangan warga Padukuhan Deresan Bekti Sutomo yang merupakan, agenda rutin Permainan Obor dan Sepakbola Api tahun ini diikuti oleh sekitar 30 peserta. Sedangkan tradisi budaya Main Obor ini sudah berlangsung sejak kapan pastinya tidak ada yang tahu.
“Sejak saya kecil tradisi budaya Main Obor ini sudah ada, bahkan saya pernah menanyakan hal ini kepada (almarhum) eyang saya jawabannya pun sudah ada sejak eyang masih kecil. Pada pertunjukan Main Obor tahun ini dapat berlangsung dengan lancar lan sukses, meskipun sempat ada kekhawatiran terjadi hujan karena pada sore harinya,” jelas warga yang biasa dipanggil Si Beck tersebut. *SY.














