PEKANBARU | LENSANUSA.COM- Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Senapelan berhasil meraih kemenangan dengan skor 3–1 atas PAC Pemuda Pancasila Marpoyan Damai dalam pertandingan Turnamen Mini Soccer MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Kamis (29/10/2026).
Kemenangan tersebut menjadi kebanggaan bagi tim PAC Senapelan. Namun, lebih dari sekadar hasil akhir, pertandingan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat kekompakan, dan menumbuhkan semangat persaudaraan di antara kader Pemuda Pancasila.
Pertandingan berlangsung dalam semangat kompetisi olahraga yang mengedepankan strategi, kerja sama tim, dan sportivitas. Skor 3–1 menjadi hasil perjuangan tim PAC Senapelan di lapangan, sementara semangat kebersamaan tetap menjadi nilai utama yang harus dijaga oleh kedua tim.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Senapelan, Aidil Nur Putra, menegaskan bahwa turnamen ini merupakan momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus menunjukkan bahwa Pemuda Pancasila mampu membangun persaingan yang sehat.
Menurutnya, kemenangan patut disyukuri, tetapi tidak boleh membuat pemain kehilangan sikap rendah hati dan rasa hormat terhadap lawan.
“Kami bersyukur PAC Senapelan bisa meraih kemenangan 3–1 atas PAC Marpoyan Damai. Namun, bagi kami, turnamen ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Yang terpenting adalah menjaga kekompakan, mempererat persaudaraan, dan menjunjung tinggi sportivitas. Kemenangan harus menjadi motivasi untuk terus berkembang, bukan alasan untuk menyombongkan diri,” tegas Aidil Nur Putra.
Ia berharap Turnamen Mini Soccer MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru dapat menjadi wadah positif bagi seluruh kader untuk menyalurkan energi, membangun kebersamaan, serta memperkuat semangat organisasi melalui olahraga.
Senada dengan itu, Roni Dasmon alias Kalong, Ketua Ranting Pemuda Pancasila Kampung Dalam, menyampaikan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari kemenangan di lapangan, tetapi juga dari kemampuan menjaga persatuan dan menghargai sesama kader.
Menurutnya, olahraga merupakan sarana efektif untuk membangun solidaritas, menanamkan kedisiplinan, dan memperkuat hubungan antarpengurus maupun anggota Pemuda Pancasila.
“Yang paling utama adalah kebersamaan. Kita boleh bersaing dan berjuang untuk meraih kemenangan, tetapi kita tetap satu keluarga besar Pemuda Pancasila. Menang jangan membuat kita sombong, kalah jangan membuat kita kehilangan semangat. Persaudaraan harus tetap menjadi yang utama,” ungkap Roni Dasmon alias Kalong.
Ia berharap seluruh pemain dan pendukung dapat menjaga suasana pertandingan tetap kondusif serta menjadikan turnamen ini sebagai bukti bahwa semangat Pemuda Pancasila dapat diwujudkan melalui kegiatan yang positif, sportif, dan bermanfaat.
Sementara itu, Anto Basa, Ketua Tim sekaligus penasihat dari Ranting Kampung Dalam, menegaskan bahwa pertandingan sepak bola menjadi salah satu sarana untuk menunjukkan kekompakan, kedisiplinan, dan semangat juang kader.
Menurutnya, kemenangan memang menjadi target setiap tim, tetapi menjaga kehormatan organisasi dan memperkuat persaudaraan merupakan nilai yang jauh lebih penting.
“Bagi kami, pertandingan ini bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ini tentang bagaimana kita membangun kekompakan, menjaga persaudaraan, dan menunjukkan bahwa Pemuda Pancasila adalah organisasi yang menjunjung tinggi solidaritas serta sportivitas,” tegas Anto Basa.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus menjaga kekompakan, menghormati setiap lawan, dan menjadikan olahraga sebagai ruang mempererat hubungan antarkader.
Turnamen Mini Soccer MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Oktober hingga 1 November 2026, bertempat di Lapangan Mini Soccer Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-67 Pemuda Pancasila sekaligus menjadi wadah mempererat hubungan antarkader melalui kompetisi olahraga yang sehat.
Kemenangan PAC Senapelan dengan skor 3–1 menjadi catatan positif dalam pertandingan tersebut. Namun, pesan yang lebih besar tetap terletak pada bagaimana setiap kader mampu menjaga nama baik organisasi, menghargai lawan, dan memperkuat persatuan.
Lapangan boleh menjadi arena persaingan, tetapi persaudaraan tidak boleh menjadi taruhan. Menang dengan terhormat, kalah dengan bermartabat, dan tetap bersatu dalam semangat Pemuda Pancasila.
Salam Pancasila! Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang!













