Home / DI YOGYAKARTA

Sabtu, 12 Juli 2025 - 12:55 WIB

UDD PMI Gunungkidul Peringati Hari Donor Darah Sedunia, Bupati: Jadikan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup untuk Menyelamatkan Jiwa Orang Lain

Bupati Endah Subekti Kuntariningsih didampingi ketua PMI Kabupaten Gunungkidul

Bupati Endah Subekti Kuntariningsih didampingi ketua PMI Kabupaten Gunungkidul

GUNUNGKIDUL | LENSANUSA.COM. – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunungkidul menggelar acara penyerahan piagam penghargaan kepada pendonor sukarela yang telah mendonorkan darah sebanyak 25 kali. Acara yang berlangsung di Aula PMI Kabupaten Gunungkidul pada Sabtu (12/7/2025) ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS).

Donor darah menyelamatkan jiwa orang lain.(Foto/Dok.Infokom.PMI Gunungkidul)

Mengusung slogan “Berikan darah, berikan harapan, bersama kita menyelamatkan nyawa”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah dan dampaknya bagi kehidupan para pasien.

Ketua PMI Gunungkidul, Sunyoto, mengatakan bahwa setiap tetes darah yang diberikan bukan sekadar cairan kehidupan, melainkan harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk hidup.

“Hari ini adalah momen istimewa untuk merefleksikan betapa mulianya kegiatan donor darah. Setiap pendonor adalah pahlawan tanpa tanda jasa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sunyoto juga mengajak masyarakat Gunungkidul untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup. Menurutnya, langkah kecil seperti menyumbangkan darah secara rutin bisa memberi dampak besar dalam menyelamatkan nyawa.

Dalam kegiatan ini dilakukan  penyerahan piagam penghargaan kepada sejumlah individu dan kelompok. Di antaranya, penghargaan kepada perwakilan pendonor darah sukarela 25 kali, penghargaan untuk empat kelompok donor darah aktif, serta piagam bagi koordinator kelompok donor terinspiratif dan unsur PMI yang aktif berdonor.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih S.E. M.P, yang turut hadir dalam acara ini memberikan apresiasi kepada para pendonor darah. Ia menyebut, donor darah bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga aksi nyata solidaritas kemanusiaan.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen bermakna yang mengingatkan kita akan pentingnya memberi bagian dari diri demi orang lain,” tutur bupati .

Endah Subekti  menegaskan bahwa kebutuhan darah di Indonesia masih tinggi, terutama untuk pasien ibu hamil, thalassemia, kecelakaan, dan penyakit kritis lainnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak segan berdonor secara rutin.

“Kita harus iri, tapi iri dalam hal baik. Iri kepada mereka yang rela menghibahkan setetes darahnya untuk menyelamatkan nyawa,” tambahnya.

Peringatan HDDS tahun ini juga menjadi momentum untuk mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan mitra pembangunan, dalam memperkuat sistem donor darah nasional. Selain itu, kegiatan ini bertujuan mengajak pendonor lama untuk terus konsisten dan menginspirasi pendonor baru agar turut serta.

Dengan kegiatan ini, PMI Gunungkidul berharap budaya donor darah dapat tumbuh semakin kuat di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai bentuk kepedulian, namun menjadi gaya hidup yang menyelamatkan jiwa orang lain. *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Wujud Syukur 9 Tahun Pengabdian, Alumni Akpol 2016 Gelar Bakti Sosial di Bantul

DI YOGYAKARTA

Eratkan Hubungan Emosional, Polda DIY Gelar Anjangsana Ke Keluarga Besar Polri di Yogyakarta

DI YOGYAKARTA

Apel Srawung Agung di DIY, Kapolri: Sinergi dengan Warga Jaga Keteraturan Sosial

DI YOGYAKARTA

Pemkab Bantul Ajukan Penolakan Nama Parangtritis Jadi Merk Dagang Miras

DI YOGYAKARTA

Polda DIY Gelar Operasi Aman Nusa I Progo 2025

DI YOGYAKARTA

Laskar PPP se Kota Jogja Deklarasi Dukungan dan Doa Bersama Untuk Paslon Afnan – Singgih

DI YOGYAKARTA

Titiek Soeharto Kawal Bantuan Pangan dan Aspirasi Petani DIY

DI YOGYAKARTA

Cari Ikan di Bekas Galian Pasir di Sedayu Bantul, Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam