BANDA ACEH| LENSANUSA.COM-Menanamkan budaya tertib berlalu lintas tidak harus menunggu seseorang cukup umur untuk mengendarai kendaraan. Kesadaran tentang keselamatan di jalan justru perlu dibangun sejak usia dini melalui pendidikan yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami anak-anak.
Semangat tersebut diwujudkan Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Aceh melalui kegiatan pembinaan pendidikan tertib berlalu lintas bagi 207 anak PAUD dan TK dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.45 WIB di Mako Ditlantas Polda Aceh, Jalan Cut Nyak Dhien, Lamteumen, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, dengan didampingi para guru.
Kegiatan dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh Kompol Vifa Fibriana Sari, S.H., S.I.K., M.H., bersama Kompol Elfutri dan personel Subdit Kamsel. Edukasi dikemas dengan konsep belajar sambil bermain sehingga anak-anak dapat menerima materi keselamatan lalu lintas dengan suasana yang menyenangkan.
Sejumlah materi diperkenalkan kepada para peserta, mulai dari pengenalan rambu-rambu lalu lintas, pentingnya mematuhi aturan, bersikap sopan kepada sesama pengguna jalan, hingga penggunaan helm yang benar.
Anak-anak juga diajak memahami kebiasaan sederhana namun penting, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan selama dalam perjalanan.
Suasana semakin menarik ketika para peserta diperkenalkan secara langsung dengan kendaraan dinas kepolisian dari satuan Brimob, Samapta, dan Lalu Lintas.
Tidak sekadar melihat, anak-anak mendapatkan penjelasan mengenai nama kendaraan dan peralatan, fungsi, waktu penggunaan, serta aturan dan larangan yang berkaitan dengan penggunaannya.
Pengenalan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak mengenai peran kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat.
Edukasi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan penerapan rambu dan marka jalan melalui kegiatan bersama kendaraan dinas kepolisian dengan pendampingan personel.
Momen yang paling menarik perhatian peserta terjadi ketika anak-anak mengikuti praktik tertib berlalu lintas menggunakan sepeda.
Dengan pendampingan petugas, mereka belajar mengenali rambu, memahami etika saat berada di jalan, menggunakan helm dengan benar, serta membiasakan diri menghormati pengguna jalan lainnya.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan keselamatan lalu lintas dapat diberikan sejak usia dini dengan cara yang sederhana, menyenangkan, sekaligus membekas dalam ingatan anak.
Melalui pendekatan edukatif dan interaktif tersebut, Ditlantas Polda Aceh terus mendorong lahirnya budaya keselamatan berlalu lintas sejak dari lingkungan pendidikan.
Polantas tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi juga hadir sebagai sahabat anak, pendidik, dan pelindung masyarakat.
Subdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh berharap nilai disiplin, kepatuhan terhadap aturan, etika, dan kepedulian terhadap keselamatan dapat tertanam sejak dini.
Sebab, keselamatan berlalu lintas bukan sekadar aturan yang harus diketahui ketika seseorang mulai mengendarai kendaraan. Lebih dari itu, keselamatan merupakan budaya yang perlu dibentuk sejak kecil dan dibawa hingga dewasa.
Kegiatan pembinaan pendidikan tertib berlalu lintas tersebut berlangsung dalam keadaan tertib, aman, dan lancar.















