BANTUL | LENSANUSA.COM. – Nasib nahas dialami oleh Tekatono (57) warga Butuh Lor RT 01 Triwidadi, Pajangan, Bantul, pada Rabu (16/7/2025) petang. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian lepas tersebut meninggal dunia akibat kecelakaan kerja pada saat lembur pasang plafon di Dusun Ngebel RT 007 Tamantirto, Kasihan, Bantul.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana, mengungkapkan kejadian itu diketahui saat seorang warga setempat inisial Aizar Azfa Rahmadian (22), mendengar suara seperti benda jatuh dari kamar tempat korban bekerja memasang plafon yaitu tepatnya di lantai dua.
“Berdasarkan keterangan saksi Aizar Azfa Rahmadian, sekitar pukul 18.30 WIB saksi mendengar suara benda jatuh dari kamar tempat korban bekerja. Biasanya, jika ada benda jatuh, korban akan meminta tolong saksi untuk mengambilkan. Namun kali ini tidak terdengar permintaan apa pun,” kata Jeffry kepada wartawan,Jumat (18/7/2025).
Sekira 30 menit kemudian, saksi mencoba mengecek dari jendela dan terlihat korban sudah tergeletak di lantai
” Kemudian saksi angsung turun ke lantai satu untuk memberitahukan kepada pemilik rumah dan meminta untuk memanggilkan ambulance”ungkapnya.
Pemilik rumah, selanjutnya menelepon layanan ambulance gawat darurat dari RS PKU Gamping sambil mengecek langsung kondisi korban namun tidak ada respon dan kebetulan pemilik rumah seorang dokter dan sempat melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) namun nyawa korban tidak tertolong
“Setelah dilakukan pemeriksaan korban dinyatakan telah meninggal dunia dengan kondisi pendarahan di bagian hidung dan telinga, mata sedikit terbuka, tulang hidung tampak memar dan sedikit bergeser,” jelasnya.
Tim Inafis polres Bantul melakukan identifikasi dan tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan, kejadian ini murni kecelakaan kerja.
“Jenazah korban kemudian di evakuasi oleh Tim Damkar dan Relawan ke ambulance PMI Bantul untuk dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Bantul untuk dibersihkan lukanya sebelum diserahkan ke pihak keluarga untuk prosesi pemakaman. Keluarga korban sudah menerima peristiwa ini sebagai musibah,” terangnya. *SY.














