Home / DI YOGYAKARTA

Rabu, 23 Juli 2025 - 17:08 WIB

Polda DIY Perkuat Ketahanan Personel Lawan Radikalisme dan Intoleransi

(Fot/Dok.Bidhumas Polda DIY)

(Fot/Dok.Bidhumas Polda DIY)

YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM. – Polda DIY mempertegas komitmennya dalam menjaga keutuhan bangsa dengan menggelar kegiatan pembinaan penanggulangan dan pencegahan radikalisme serta intoleransi yang berlangsung di Hotel Griya Persada,Selasa (23/7/2025).

Dengan dibuka secara langsung oleh Karo SDM Polda DIY Kombes Pol Uri Nartanti Istiwidayati, S.I.K., M.Si., kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan personel terhadap ancaman ideologi ekstrem yang berpotensi memecah belah persatuan.

Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis Polda DIY untuk membekali personel kami dengan pemahaman mendalam dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi penyusupan paham radikal.

“Kami berharap setiap anggota dapat menjadi benteng terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan toleransi di tengah masyarakat,” tambahnya.

Pembinaan ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim, S.Ag., M.Ag., Guru Besar Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan menyampaikan materi yang berjudul “Mengantisipasi gerakan dan faham radikalisme dan intoleransi”

“Dalam pemaparannya, Prof. Abdul Mustaqim menekankan betapa krusialnya peran aparat kepolisian dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta membendung penyebaran paham-paham radikal yang dapat menggerus persatuan bangsa,” tambahnya.

Selain itu, materi juga disampaikan oleh perwakilan dari Densus 88 Anti Teror yang menjelaskan secara komprehensif mengenai strategi operasional serta pendekatan lunak yang diterapkan dalam upaya mencegah aksi terorisme di berbagai wilayah Indonesia.

“Pendekatan ini menunjukkan komitmen aparat dalam menanggulangi terorisme tidak hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan deradikalisasi,” ucapnya.

Salah satu segmen menarik dalam kegiatan ini adalah adanya testimoni dari Ustadz Jack Harun, seorang mantan narapidana teroris pelaku Bom Bali 1 yang kini telah kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan membagikan pengalaman kelamnya di masa lalu.

Ia mengisahkan secara gamblang proses deradikalisasi yang ia jalani, serta peran penting keluarga dan aparat penegak hukum yang membawanya kembali ke jalan yang benar. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa deradikalisasi adalah proses yang mungkin dan krusial dalam upaya pencegahan terorisme.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Kabidhumas berharap seluruh personel Polda DIY dan Jajaran semakin siap dan waspada terhadap potensi penyusupan paham radikal, baik di lingkungan masyarakat maupun di dalam institusi itu sendiri.

“Kedepan, mereka diharapkan mampu menjadi agen perdamaian dan toleransi yang aktif di tengah keberagaman Indonesia, sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tutupnya *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Silaturahmi ke DPRD DIY, ARPI Sampaikan Sejumlah Tuntutan

DI YOGYAKARTA

Polda DIY Gelar Tradisi Pencucian Pataka “Manggala Nayya Wiwarottama” Sambut Hari Bhayangkara ke-79

DI YOGYAKARTA

Pencarian Hari Ketiga Nelayan Hilang di Pantai Congot, Basarnas Sebar 6 SRU SAR Gabungan , Sisir Lewat Darat dan Laut

DI YOGYAKARTA

Situs Watu Gilang Lipuro , Saksi Sejarah Berdirinya Mataram Islam

DI YOGYAKARTA

Sekelompok Warga Seloharjo Pundong Berniat Protes Dukuh Selingkuh, Ganti Topik Unjuk Rasa Tuduh Lurah Korupsi Dana Desa

DI YOGYAKARTA

Apel Pembinaan PPPK, Kapolres Bantul Hadir Beri Dukungan

DI YOGYAKARTA

Polres Bantul Tindak Tegas 3.833 Pelanggar Lalu Lintas Selama Operasi Zebra Progo 2024

DI YOGYAKARTA

Temuan Motor dan Mayat Pria di Sungai Winongo Sanden, Diduga Korban Kecelakaan Tunggal