Home / DI YOGYAKARTA

Kamis, 21 Agustus 2025 - 15:46 WIB

Apel Hari Pramuka ke-64 Kwarda DIY di Lapangan Trirenggo Bantul, “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”

BANTUL | LENSANUSA.COM. – 1000 anggota Pramuka dari golongan Siaga, Penggalang, Penegak, serta Pandega dan 350 undangan dari berbagai unsur di tingkat daerah dan cabang.dari penjuru Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memadati Lapangan Trirenggo, Bantul, pada Kamis (21/8/2025) untuk mengikuti Apel Besar Hari Pramuka ke-64 tingkat DIY.

Acara yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa” ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono SIK, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Bupati Kulon Progo Dr. H. R. Agung Setyawan, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari SH SIK MH, jajaran pembina dan pengurus Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang se-DIY, serta tamu undangan lainnya.

Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang bertindak sebagai Pembina Apel Besar, dalam amanatnya menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ketahanan bangsa.

Penyerahan Penghargaan Lencana Dharma Bakti untuk Bupati dan wakil Sleman.(Foto.Istw).

Sri Sultan mengingatkan bahwa kekuatan bangsa tidak hanya berasal dari individu, tetapi dari kemampuan untuk bekerja sama dan bergotong royong.

“Tema nasional yang kita usung tahun ini, Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa, menegaskan bahwa kekuatan bangsa tidak lahir dari individu semata, melainkan dari kebersamaan, dari kemampuan untuk bekerja sama, bersinergi, dan bergotong royong di segala bidang kehidupan,” katanya.

Selain itu, Sri Sultan juga menyinggung peran penting Yogyakarta dalam sejarah Pramuka Indonesia, khususnya sosok Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX diharapkan dapat menjadi cermin bagi seluruh anggota Pramuka dalam pembentukan karakter.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa Pramuka dituntut untuk tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berinovasi. Pramuka diharapkan menjadi garda terdepan dalam ketahanan sosial, ekonomi, lingkungan, dan digital.

“Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam ketahanan sosial dengan menjaga nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan, dalam ketahanan ekonomi dengan menumbuhkan kemandirian dan semangat kewirausahaan, dalam ketahanan lingkungan dengan memelopori aksi-aksi hijau dan pelestarian alam, serta dalam ketahanan digital dengan menjadi generasi yang cakap teknologi sekaligus beretika dalam dunia maya,” tegasnya.

Sementara itu, Apel Besar Hari Pramuka ke-64 ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, antara lain menyematkan penghargaan kepada 37 pramuka mulai dari Lencana Melati, Darma Bakti, Pancawarsa, Karya Bakti, serta Teladan dan penyerahan hadiah lomba lingkungan hidup dan adaptasi perubahan iklim, gelar pentas budaya, dan gelar atraksi keterampilan. Para peserta apel juga menampilkan defile pasukan di depan tribun kehormatan. *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Sambut 1 Sura, Ribuan Masyarakat ikuti Prosesi Lampah Budaya Mubeng Beteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

DI YOGYAKARTA

Tabung Salju Tempat Cucian Mobil di Sewon Meledak, 1 Orang Tewas

DI YOGYAKARTA

Ribuan Umat Hadiri Pengajian Akbar 1 Abad Pondok Pesantren Alfalah Ploso di Lapangan Paseban Bantul.

DI YOGYAKARTA

Toko kayu dan Meubel di Kalibayem Kasihan Ludes Terbakar

DI YOGYAKARTA

Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda DIY Gelar Lomba Safety Riding dan Lomba Tenis Internal

DI YOGYAKARTA

Kurangnya Pengawasan Orang Tua, Anak Umur 1,5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Bendo Sedayu

DI YOGYAKARTA

Polda DIY Gelar Serah Terima Jabatan Wakapolda DIY dan Pejabat Utama Polda DIY

DI YOGYAKARTA

Khidmat dan Penuh Makna, Polda DIY Tabur Bunga di Laut untuk Hormati Pahlawan Polri