PEKANBARU | LENSANUSA.COM – Memasuki tahun 2026, akselerasi pembangunan Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar menunjukkan tren positif yang signifikan. Tidak hanya memenuhi janji kampanye, sejumlah program strategis dilaporkan telah melampaui target pembangunan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Daerah.
Berdasarkan laporan capaian kinerja, berikut adalah poin-poin krusial transformasi Pekanbaru dalam satu tahun terakhir:
1. Reformasi Birokrasi dan Keuangan
Pemko Pekanbaru mencatat sejarah dengan melunasi utang warisan sebesar Rp 467 miliar, yang memberikan ruang fiskal lebih sehat bagi pembangunan tahun berjalan. Selain itu, digitalisasi layanan publik melalui sistem satu jam selesai untuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) telah memicu masuknya investasi baru secara masif.
2. Infrastruktur dan Mitigasi Dampak Lingkungan
Target perbaikan infrastruktur jalan tercapai hingga 42 kilometer, disertai dengan peremajaan 42 titik halte bus. Dalam hal penanganan banjir, pemerintah telah melakukan:
Normalisasi sungai sepanjang 78,2 km.
Pembersihan drainase dan DAS sepanjang 109,5 km.
Penanganan permanen di 20 titik rawan banjir utama kota.

3. Keberhasilan Intervensi Sosial dan Pendidikan
Program Zero Putus Sekolah menjadi primadona dengan keberhasilan menjaring 1.778 anak bermasalah sekolah, di mana 757 di antaranya sudah kembali aktif belajar. Di sektor kesehatan, sinergi antara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan kader Posyandu di 83 kelurahan terbukti efektif menekan angka stunting.
Atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting ini, Pemerintah Pusat memberikan penghargaan Peringkat Dua Nasional kepada Wali Kota Agung Nugroho pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.
4. Realisasi Program Strategis Nasional (PSN)
Pekanbaru menunjukkan komitmen tinggi dalam mengawal agenda nasional, meliputi:
Ketahanan Pangan: Pengoperasian 27 dapur umum MBG dengan kapasitas 3.500 porsi per hari.
Ekonomi Kerakyatan: Pembentukan 83 Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan.
Energi: Pemasangan 20.000 sambungan baru jaringan gas (jargas) rumah tangga.
Hunian: Pembangunan dan rehabilitasi 54 unit Rumah Layak Huni melalui program swadaya.
5. Keamanan dan Pemberdayaan Kewilayahan
Guna meningkatkan layanan pengaduan darurat, diluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112. Di tingkat komunitas, pemberdayaan masyarakat diperkuat melalui alokasi program Rp 100 Juta per RW yang ditujukan untuk pembangunan skala kecil dan padat karya di lingkungan warga.
Melalui pendekatan yang terstruktur dan transparan, kepemimpinan Agung-Markarius dinilai berhasil meletakkan fondasi transformasi Pekanbaru menjadi kota yang tidak hanya modern secara infrastruktur, tetapi juga inklusif secara sosial dan kuat secara ekonomi. (*/Adv)














