Home / DI YOGYAKARTA

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Kabid Humas Polda DIY Kombes.Pol Ikhsan

Kabid Humas Polda DIY Kombes.Pol Ikhsan

YOGYAKARTA | LENSANUSA.COM. – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan kasus gangguan dan pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Sewon, Bantul, yang terjadi pada Minggu (24/5/2026).

Polda DIY kemudian menaikkan status penanganan perkara tersebut ke tahap penyidikan. Dalam proses penyidikan, penyidik telah memeriksa sebanyak 32 orang saksi untuk mendalami rangkaian peristiwa serta mengumpulkan alat bukti terkait perkara tersebut.

Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY selanjutnya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Ketiga tersangka masing-masing berinisial D (47), BS (54), dan AH(55).

Para Tersangka dikenakan dugaan Tindak Pidana Terhadap Kehidupan Beragama atau Kepercayaan dan Sarana Ibadah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 ayat (3) atau Pasal 303 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Penerapan pasal tersebut menjadi bagian dari konstruksi hukum yang digunakan penyidik dalam menangani perkara tersebut.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., mengatakan bahwa Ditreskrimum Polda DIY telah melayangkan surat panggilan secara resmi kepada ketiga tersangka.

“Kami mengharapkan para tersangka dapat bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan penyidik dan menjalani proses hukum yang saat ini sedang berjalan”, ungkapnya dalam memberikan keterangan di Pers Releasenya pada Jumat (14/08/2026).

Lebih lanjut, Polda DIY menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan terhadap setiap kegiatan keagamaan yang berlangsung di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kami kembali menegaskan komitmen Polda DIY untuk memberikan perlindungan terhadap setiap kegiatan keagamaan dan menindak tegas setiap pelaku intoleran yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas di wilayah DIY,” tegas Kombes Pol Ihsan.

Polda DIY memastikan proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kepolisian juga mengimbau seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif. *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Penemuan Jenazah Wanita di Sewon Bantul, Berawal dari Bau Tak Sedap

DI YOGYAKARTA

Viral Aksi Motor Zig-zag dan Gesek Standar di Dlingo, 11 Remaja Diamankan Polisi

DI YOGYAKARTA

Menteri Sosial Tegaskan Sekolah Rakyat Akses Pendidikan Berkualitas Bagi Seluruh Lapisan Masyarakat

DI YOGYAKARTA

Majelis Sholawat Asyghil Kubro di Bantul Gelar Salat Idulfitri Lebih Awal

DI YOGYAKARTA

Polres Bantul Gelar Apel Akbar dan Baksos Mitra Kamtibmas TNI – Polri

DI YOGYAKARTA

Viral Struk Pembayaran Pengunjung Pantai Baron Tak sesuai, Petugas TPR berdalih Salah Cetak!

DI YOGYAKARTA

Seorang Pemancing Diduga Tenggelam Di Sungai Opak Canden Jetis, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

DI YOGYAKARTA

Polres Bantul Bersama Kodim 0729 dan Pemda Gelar Patroli Skala Besar, Jaga Kondusivitas Pasca Pilkada