Home / DAERAH / PEKANBARU

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:48 WIB

Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Tanjak Bertuah Riau Serukan Kewaspadaan dan Tindakan Cepat

PEKANBARU| LENSANUSA.COM-Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Riau dan kondisi paling mengkhawatirkan terasa di Kota Pekanbaru. Pada Senin (24/8/2026), kualitas udara Pekanbaru terpantau berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 yang sempat mencapai 235,7 µg/m³ berdasarkan pemantauan BMKG.

Situasi ini bukan lagi sekadar persoalan jarak pandang atau bau asap. Ini menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Ketika udara yang seharusnya menjadi kebutuhan paling dasar justru dipenuhi partikel polutan, maka negara dan pemerintah daerah tidak boleh hanya menunggu keadaan membaik.

Bahkan, pada Senin malam, pemantauan kualitas udara Pekanbaru menunjukkan AQI mencapai 214 atau kategori sangat tidak sehat, dengan PM2.5 sekitar 138,3 µg/m³.

Kabut asap juga telah berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi peserta didik PAUD hingga SMP sebagai langkah perlindungan terhadap paparan asap.

Ketua Yayasan Tanjak Bertuah Riau, Andi Champay, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya warga Pekanbaru, untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Jangan menunggu kondisi kesehatan terganggu baru mengambil langkah pencegahan. Gunakan masker saat harus beraktivitas di luar dan lindungi anak-anak serta kelompok masyarakat yang rentan,” ujar Andi Champay.

Menurutnya, persoalan kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Udara bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, penanganan karhutla harus dilakukan secara serius, cepat dan berkelanjutan. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban dari asap yang berulang setiap tahun,” tegasnya.

Sementara itu, Fredi, menyampaikan bahwa masyarakat harus ikut berperan dalam menjaga kesehatan dan lingkungan di tengah kondisi udara yang kurang sehat.

“Kita tidak boleh menganggap remeh kabut asap. Masyarakat harus disiplin menjaga kesehatan, mengurangi kegiatan di luar rumah, terutama anak-anak dan orang tua. Di sisi lain, upaya pencegahan dan penanganan sumber asap juga harus menjadi perhatian bersama,” ujar Fredi.

Fredi menegaskan, kondisi seperti ini membutuhkan kepedulian seluruh pihak, bukan hanya pemerintah.

“Ketika udara mulai tidak sehat, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Mari saling mengingatkan, menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran yang dapat memperburuk kondisi udara,” pungkasnya.

Yayasan Tanjak Bertuah Riau mengajak masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, serta mengutamakan kesehatan keluarga hingga kondisi udara kembali membaik.

 

 

Sumber: Tanjak Bertuah  Riau

 

Share :

Baca Juga

DAERAH

Jadi Semangat Baru Dalam Pelayanan Pemasyarakatan, Lapas Pekanbaru Resmi Terima 12 Orang CPNS Angkatan 2024

DAERAH

Patroli Dini Hari dan Subuh Sat Lantas Polres Kuansing, Antisipasi Laka Lantas, Balap Liar, dan C3

PEKANBARU

Hadiri Halal Bihalal PKDP Riau, Suhatri Bur Berikan Dukungan Ida Yulita Maju di Pilwako

DAERAH

Tiga Pasukan “Kepung” Polda Lampung, Saling Gempur Rebut Juara Grup Zona III Turnamen Voli Kapolri Cup

DAERAH

Delapan pendekar cilik PPS TALAGO BIRU INDONESIA,meraih 3 medali perak,8 medali perunggu dalam turnamen open 1 2024 pendekar cilik.

DAERAH

Peduli Dengan Sesama,Relawan Rumbai Bermarwah dan Rumbai Raya Aman,Bagikan 1000 paket Kotak Nasi .

DAERAH

Polsek Tambusai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Pelaku Diamankan Bersama Barang Bukti

SIAK SRI INDRAPURA

Bupati Siak Matangkan Solusi Permanen Air Lahan Petani Bungaraya, Bentuk Satgas Khusus