Home / DI YOGYAKARTA

Minggu, 20 September 2026 - 16:16 WIB

Viral! Korban Keracunan MBG Dicemooh, BGN DIY Langsung Tegur Oknum SPPG Muntuk Dlingo Bantul

BANTUL | LENSANUSA.COM.  – Belum pulih dari trauma keracunan massal, seorang siswi korban MBG justru diduga menjadi sasaran cemoohan oknum petugas SPPG.

Korban bernama Febiona Purba, siswi SMK, disebut masih mengalami dampak kesehatan serius setelah insiden keracunan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Kondisi korban kembali menjadi sorotan setelah video yang diduga memperlihatkan oknum pegawai SPPG mengolok-olok Febiona beredar dan viral di media sosial.

Oknum tersebut berinisial GP dan bertugas di Satuan Pelayanan Program Gizi atau SPPG Munthuk, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dugaan cemoohan itu sontak memicu reaksi publik karena muncul ketika korban masih menjalani pemulihan setelah mengalami dampak keracunan MBG tersebut.

Bukan sekadar persoalan ucapan, kasus ini menyentuh sisi kemanusiaan karena korban disebut masih menghadapi trauma serta gangguan ingatan pascakejadian keracunan.

Situasi tersebut membuat sorotan terhadap sikap petugas semakin tajam, terlebih personel SPPG berada dalam program pelayanan masyarakat yang menuntut empati tinggi.

Video yang beredar kemudian mendapat perhatian Badan Gizi Nasional atau BGN karena melibatkan personel yang berada dalam lingkungan pelayanan program MBG.

Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko membenarkan posisi oknum tersebut dalam struktur pelayanan SPPG wilayah Munthuk, Dlingo, Bantul.

Wirandita menyatakan pihak yang bersangkutan bersama SPPG telah mendapatkan “teguran keras” setelah persoalan tersebut mencuat ke publik.

BGN DIY juga menyampaikan keprihatinan terhadap sikap oknum tersebut yang dinilai tidak menunjukkan “rasa kemanusiaan dan empati” terhadap kondisi korban.

Teguran itu sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh personel BGN agar lebih berhati-hati ketika berkomunikasi dengan korban maupun masyarakat.

BGN mengingatkan seluruh jajaran, mulai Korwil, Korcam, pengawas hingga personel lapangan, untuk menjaga “etika komunikasi”, termasuk di media sosial.

Peringatan tersebut menjadi penting karena komentar atau unggahan personel dapat dengan cepat menyebar dan memicu reaksi luas masyarakat.

Apalagi, kasus keracunan MBG sebelumnya telah menimbulkan perhatian besar karena menyangkut keselamatan penerima manfaat program pemerintah tersebut.

Dalam kondisi korban masih menjalani pemulihan, BGN menekankan bahwa pendekatan utama harus mengedepankan “kemanusiaan” dan empati terhadap korban.

Selain itu, perhatian diarahkan pada “pencegahan keracunan berulang” serta peningkatan “tata kelola keamanan pangan” dalam pelaksanaan program MBG.

BGN menilai persoalan pelayanan tidak boleh justru diperkeruh oleh komunikasi yang tidak sensitif terhadap korban dan keluarganya yang masih terdampak.

Kasus dugaan cemoohan tersebut kini menjadi pengingat bahwa pelaksanaan MBG bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi juga tanggung jawab kemanusiaan.

Publik pun menanti langkah evaluasi lebih lanjut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan kepercayaan terhadap pelayanan MBG dapat terus dijaga. *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Persiapan Layanan Pajak Digital, Korem 072/Pamungkas Sosialisasikan Aktivasi Akun Coretax 

DI YOGYAKARTA

13.069 ditilang, 12.428 teguran Selama Operasi Patuh Progo 2025

DI YOGYAKARTA

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Launching 200 Titik Jembatan Garuda oleh KASAD

DI YOGYAKARTA

PMI Bantul Salurkan Bantuan Alat Kebersihan dan Perlengkapan Bayi Pasca Banjir di Imogiri

DI YOGYAKARTA

Lima Wisatawan Terseret Ombak Parangtritis, Dua Orang Tidak Tertolong Nyawanya.

DI YOGYAKARTA

Danrem Cup SSB 2026 Resmi Digelar, Wadah Pembibitan Bola Muda DIY

DI YOGYAKARTA

Kios Kuliner Kawasan Wisata Kebun Buah Mangunan Ludes Terbakar

DI YOGYAKARTA

Dua DPO Pelaku Pengeroyokan Remaja di Bantul Ditangkap di Tangerang Banten ,Tiga Masih Buron