Home / DI YOGYAKARTA

Sabtu, 7 November 2026 - 12:55 WIB

Perkuat Peran Sanggar Seni, Bakesbangpol Bantul Gelar Pembinaan Bahaya NAPZA dan Cegah Radikalisme

BANTUL | LENSANUSA.COM. – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bantul menggelar kegiatan Pembinaan Bahaya NAPZA dan Pencegahan Paham Radikalisme, Sabtu (7/11/2026) pukul 09.50 WIB di Pendopo Batik Erlin, Kalak Ijo, Guwosari, Pajangan, Bantul.

Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta dari Sanggar Seni Sekar Jati Laras ini menghadirkan empat narasumber lintas instansi.

Hadir sebagai narasumber, Kabid Kesatuan Bangsa Bakesbangpol Bantul Arum Bidayati, http://S.IP., http://M.PA., Aipda Nur Budi Prasetyo, http://S.Psi. dari Satnarkoba Polres Bantul, Nanda Paramita, http://S.Sos. Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNK Bantul, dan Gilang R. dari Satgas Wilayah Densus 88 Polda DIY.

Seni Sebagai Benteng Persatuan

Membuka kegiatan, Arum Bidayati menegaskan bahwa NAPZA dan radikalisme adalah dua ancaman nyata bagi generasi muda dan persatuan bangsa.

Ia secara khusus menekankan peran strategis sanggar seni dalam menjaga kerukunan.

“Anggota sanggar seni memiliki peran strategis. Seni bukan hanya hiburan atau prestasi, tapi media pendidikan karakter dan penanaman nilai luhur bangsa,” ujar Arum.

Ia mengibaratkan kehidupan bermasyarakat seperti seni karawitan. Setiap instrumen memiliki suara berbeda, namun akan indah jika dimainkan bersama. Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan.

Narkoba Sudah Masuk Desa dan Pelajar

Sementara itu, Aipda Nur Budi Prasetyo dari Polres Bantul menjelaskan bahwa peredaran narkoba kini telah menjangkau pedesaan dan kalangan pelajar. Dampaknya sangat serius terhadap fisik, mental, dan sosial.

Ia menekankan keluarga sebagai benteng pertama pencegahan. “Keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama dan utama untuk membentuk karakter dan melindungi anak dari narkoba,” tegasnya.

Senada, Nanda Paramita dari BNNK Bantul mengungkapkan DIY rawan peredaran narkoba karena sebagai kota wisata dan pendidikan dengan mobilitas tinggi. Modus transaksi pun kini memanfaatkan media sosial dan platform digital.

Ia mengajak memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, tokoh agama, pendidik, dan keluarga.

Waspada Perekrutan Radikalisme Lewat Medsos

Materi radikalisme disampaikan Gilang R. dari Densus 88 Polda DIY. Ia menjelaskan radikalisme adalah paham yang menghendaki perubahan dengan cara ekstrem, intoleran, dan membenarkan kekerasan.

Ia mengingatkan perekrutan radikalisme kini banyak melalui internet, media sosial, dan grup percakapan daring.

“Masyarakat perlu waspada terhadap pemikiran yang mengarah pada intoleransi, kebencian, dan pemaksaan kehendak. Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas, bijak bermedsos, dan jangan sebarkan konten provokatif,” ujarnya.

Ia juga mengajak anggota sanggar menjadikan seni dan budaya sebagai ruang membangun persaudaraan dan toleransi.

Melalui pembinaan ini, Bakesbangpol berharap anggota Sanggar Seni Sekar Jati Laras tidak hanya paham bahaya NAPZA dan radikalisme, tetapi juga menjadi pelopor kegiatan positif, menjaga harmoni, dan memperkokoh persatuan bangsa berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. *SY.

Share :

Baca Juga

DI YOGYAKARTA

Pria Asal Kota Jogja Jadi Korban Pemerasan dan Penganiayaan di Bantul, Lapor Polisi

DI YOGYAKARTA

Kasus Tabrak Lari di Jetis Viral di Medsos, Polres Bantul :  Pengemudi Avanza Sudah Dimintai Keterangan

DI YOGYAKARTA

Polres Bantul Tangkap 3 Tersangka Narkoba, Sita 2,58 Gram Sabu

DI YOGYAKARTA

Dandim 0729 /Bantul Hadiri Open House Bupati dan Wakil Bupati Bantul Di Pendopo Parasamya

DI YOGYAKARTA

Bupati Bantul Resmikan Perubahan Nama tiga sekolah Veteran

DI YOGYAKARTA

Paskibraka DIY Ramah Tamah dengan Gubernur Sri Sultan HB X

DI YOGYAKARTA

Gelar Operasi Pekat Progo 2025, Polres Bantul Sita Puluhan Botol Miras Oplosan

DI YOGYAKARTA

PMI Bantul Kirim Lima Personel Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, Bawa Misi Kemanusiaan